> >

Mendagri: Misi Presiden, Kembangkan Kewirausahaan Tidak Semata Jadi PNS.

Peristiwa | 18 Januari 2021, 11:51 WIB
Mendagri Tito Karnavian. (Sumber: surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong masyarakat tidak hanya bermimpi jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tapi juga jadi pengusaha. 

"Misi dari bapak Presiden, mendorong masyarakat untuk mengembangkan  kemampuan kewirausaahan (enterpreneurship), inovasi, dan tidak hanya semata-mata ingin jadi pegawai negeri," kata Tito saat rapat kerja bersama Komisi II DPR,  di Komplek Parlemen, Senin (18/2021).

Menurut Tito, dengan mengembangkan kewirausahaan, maka masyarakat menjadi lebih produktif. "Sehingga mereka jadi lebih produktif dalam rangka mendukung pembangunan," tambah Tito.

Apalagi, Tito juga menyampaikan,  rencana pengurangan ASN agar birokrasi lebih ramping. "Mengunrangi ASN demi membuat birokrasi lebih ramping, fleksibel, sesuai kebutuhan dan tidak terjadi oveload," jelasnya.

Baca Juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Satgas Covid-19, Modusnya Menakut-nakuti hingga Pemerasan


Pada saat yang sama Menteri Pendayagunaan Aparatur  Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo menyebutkan bahwa pengadaan ASN berdasarkan kebutuhan. "Misalnya tahun 2020 tidak ada. Tahun 2021 akan dilaksanakan sesuai kebutuhan," jelasnya.

Tjahjo menjelaskan, sejak ditetapkan PP no 48 tahun 2005, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenisnya.  

Baca Juga: Soal Gaji PNS Minimal Rp 9 Juta, Tjahjo Kumolo: Mohon Maaf Belum Bisa Terpenuhi pada 2021

Karena pengangkatan yang dimaksud bertentangan dengan prinsip merit sistem dan visi " Indonesia Maju" dalam upaya meningkatkan  daya saing bangsa. 

"Pengangkatan secara langsung menghilangkan kesempatan putra putri terbaik bangsa dan menjadi bagian dari pemerintah, karena tertutupnya peluang akibat diangkatnya tenaga honorer tanpa seleksi," ujar politikus PDIP ini.  

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU