> >

Tak Ada Lawan, Menteri Suharso Monoarfa Jadi Ketua Umum PPP Secara Musyawarah Mufakat

Politik | 19 Desember 2020, 21:40 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 25/2/2020 (Sumber: KOMPAS.com/Ihsanuddin)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Seperti sudah diprediksi sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas) Suharso Monoarfa terpilih sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) melalui musyawarah mufakat, dalam  Muktamar IX di Makassar, Sulawesi Selatan.

Muktamar dilakukan secara fisik dan virtual. Sidang paripurna pemilihan Ketum PPP dipimpin oleh Waketum PPP Amir Uskara. Mekanisme pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat.

Hingga detik-detik pemilihan, tak ada nama lain yang disebutkan. Hal itu disampaikan Amir Uskara saat menyebutkan nama yang mencalonkan diri sebagai ketum. Hanya terdapat satu nama yang dibacakan Amir Uskara, yakni Suharso Monoarfa.

Baca Juga: Pilih Ketua Umum Baru, PPP Gelar Muktamar ke-9 di Makassar

"Saya akan tanya sekali lagi kepada muktamirin, karena hanya ada satu calon, maka kita langsung tetapkan sebagai ketua umum, ketua terpilih. Setuju? Setuju?" kata Amir Uskara di lokasi, Sabtu (19/12/2020).

"Setuju, setujui setuju," teriak peserta muktamar lainnya.

Dalam forum sidang paripurna Muktamar IX, PPP juga telah menyepakati jumlah formatur. Jumlah formatur yang disepakati sebanyak 13 orang.

Baca Juga: Pidato Lengkap Jokowi di Pembukaan Muktamar IX PPP

Sebelumnya, Suharso bertindak sebagai Plt Ketua Umum PPP setelah Ketua Umum Romahurmuziy tersangkut kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Romi, demikian nama sapaan politisi muda itu, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) jelang pemilihan presiden 2019 silam. Waktu itu, PPP dibawah Romi  adalah partai pendukung Presiden Jokowi.   

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU