> >

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie Sebut Demo Berjilid-jilid Banyak Mudharatnya

Agama | 5 Desember 2020, 22:56 WIB
Mantan Hakim Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019). (Sumber: Kompas.com/Fitria Chusna Farisa)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie meminta ormas Islam untuk melembagakan dakwah secara resmi.Tidak perlu ada pengerahan massa dalam jumlah banyak.

"Jangan lagi orientasi banyak-banyakan jumlah, misalnya ngumpulin jemaah satu juta, itu bagus. Tapi mudaratnya banyak. Demo, apalagi kalau berjilid-jilid itu mudaratnya banyak maka kita harus melembagakan dakwah secara resmi," katanya saat menghadiri forum silaturahmi kebangsaan di Grand Hotel Sahid Jaya, Sabtu (5/12/2020). 

Baca Juga: Pemerintah Merasa Sangat Terbantu Oleh Ormas Islam

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitus (MK) ini, baik demo atau reuni secara  berjilid-jilid, sama saja dengan memelihara kebencian dan permusuhan. "Jadi saran saya kepada organisasi-organisasi Islam kalau bisa diubahlah itu orientasi reuni yang berorientasi jumlah," tambahnya.

Jimly mengajak semua pihak untuk membantu cinta negara, cinta tanah air dan semangat kebangsaan empat pilar itu NKRI, pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan UUD. "Ini sudah kita putuskan di Undang-Undang Dasar 45 Pasal 37. Coba dicatat pasal 37 itu ketentuan mengenai tata cara mengubah UUD, jadi UUD boleh diubah tapi ayat 5 dari pasal 37 menegaskan khusus mengenai NKRI tidak dapat diadakan perubahan. Makanya NKRI dikatakan harga mati itu begitu. Tidak boleh diubah lagi," katanya.

Baca Juga: ICMI Desak Presiden Jokowi Segera Terbitkan Perppu Omnibus Law Cipta Kerja

Sementara perbedaan pendapat di tengah masyarakat harusnya disikapi secara bijak. Sebab orang bisa berbeda pendapat karena perspektif atau sudut pandang yang berbeda. Misalnya, perbedaan pendapat seorang pejabat dengan rakyat.

"Kalau sudut pandang orang dari atas dan orang dari bawah nggak akan ketemu. Jadi pejabat dari atas melihat ke bawah, rakyat  bawah melihat ke atas tidak mungkin bisa ketemu. Karena masing-masing persepsi kebenaran adalah persepsi diri sendiri," jelasnya.

 

Penulis : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU