> >

Amerika Serikat Sulit Angkat Isu Intoleransi di Indonesia, Kenapa?

Sapa indonesia | 9 November 2020, 10:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Menkumham Hamid Awaluddin mengatakan tak ada isu sensitif terkait HAM yang harus dipersoalkan terkait tepilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat.

Asumsi ini muncul lantaran Partai Demokrat sangat keras terhadap isu HAM.

Namun Hamid menyebut jika tak semestinya asumsi tersebut terus muncul

“Tidak boleh kita membuat asumsi dikotomi seperti itu, karena faktanya hanya pada era Carter saja, Demokrat yang berkuasa di Gedung Putih cerewet tentang isu HAM, Clinton dan Obama kan tidak,” kata Hamid saat dihubungi KompasTV, Senin (9/11/2020).

Hamid mengatakan sulit bagi Amerika jika mengangkat isu intoleransi di Indonesia, lantaran hal demikian akhir-akhir ini justru sedang terjadi di Amerika Serikat.

Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 berakhir dengan kemenangan Joe Biden dari Partai Demokrat atas petahana Donald Trump dari Partai Republik.

Kemenangan Biden di Pilpres AS ini membuatnya menjadi presiden terpilih tertua di Amerika Serikat dengan usia 77 tahun.

Sedangkan Wakil Biden, Kamala Harris, akan mengukir sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang duduk di kursi Wakil Presiden Amerika Serikat.

Keduanya akan dilantik pada 20 Januari 2021 mendatang.

Bagaimana kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat terpilih berdampak pada masa depan hubungan politik serta ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia nanti?

Simak dialog lengkapnya bersama Peneliti Senior Departemen Hubungan Internasional dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Evan Laksmana, Pengamat Hubungan Internasional Synergy Policies Dinna Prapto Raharja, dan Mantan Menkumham Hamid Awaluddin.

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU