> >

Pengeroyokan Anggota TNI, Klub Moge: Kami Minta Maaf dan Taati Proses Hukum

Sapa indonesia | 2 November 2020, 08:45 WIB

BUKITTINGGI, KOMPAS.TV - Tersangka kasus pengeroyokan prajurit TNI oleh anggota klub motor gede di Bukittinggi, bertambah dua orang.

Mereka adalah anggota Harley Davidson Owners Group Siliwangi Bandung Chapter, sehingga tersangka kasus ini sekarang berjumlah empat orang

Penetapan dua tersangka baru didasarkan bukti rekaman cctv di lokasi pengeroyokan, serta keterangan sejumlah saksi.

Mereka terbukti ikut memukul korban saat pengeroyokan terjadi Jumat lalu.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan TNI, Klub Moge: Murni Individu, Bukan Cerminan Organisasi

Empat tersangka pengeroyokan ditahan di Mapolresta Bukittinggi .

Pengeroyokan prajurit TNI oleh anggota moge asal Bandung, disebabkan kesalahpahaman.

Menurut Ketua Rombongan Klub Moge yang konvoi, kondisi jalan yang padat menyebabkan motor anggotanya bersenggolan dengan motor dua prajurit TNI hingga terjatuh.

Namun kejadian Jumat lalu deselesaikan secara damai.

Klub moge asal Bandung melintasi Bukittinggi sebagai bagian tur dengan tujuan Tugu nol kilometer di Sabang, Aceh.

Baca Juga: Kasus Anggota Moge Vs Prajurit TNI, IMI: Belum Ada Standarisasi Konvoi Motor

Sementara itu, Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter sebagai klub moge para tersangka bergabung, meminta maaf atas pengeroyokan terhadap dua prajurit TNI yang terjadi Jumat lalu.

Permintaan maaf ditujukan ke dua korban, serta institusi TNI.

Klub moge asal Bandung ini juga berjanji menghormati dan menaati proses hukum yang sedang berjalan. Turing Bandung ke Sabang Aceh pun dihentikan.

Penulis : Aleksandra-Nugroho

Sumber : Kompas TV


TERBARU