> >

Kontroversi Pernyataan Presiden Prancis hingga Dikecam Umat Muslim di Seluruh Dunia

Sapa indonesia | 30 Oktober 2020, 23:55 WIB

KOMPAS.TV - Pemerintah Prancis meningkatkan level pengamanan ke level tertinggi pasca serangan yang terjadi di kota Nice dan menewaskan 3 orang.

Untuk mencegah serangan serupa, Prancis mengerahkan 7.000 tentaranya untuk menjaga sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sasaran penyerangan.

Pemerintah Prancis juga sempat meminta warganya untuk menghindari daerah di pusat kota pasca terjadinya serangan.

Insiden penikaman di Gereja Notre Dame, Basilica, Nice, Prancis, terjadi 2 pekan setelah insiden serupa, menewaskan seorang Guru di Utara Prancis karena menunjukkan kartun nabi muhammad saat mengajar di kelas, 16 Oktober lalu.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan Prancis sedang diserang karena nilai-nilai kebebasan dan keinginannya untuk tidak menyerah pada teror.

Pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron yang dianggap menghina Islam mendapat kecaman dari berbagai belahan dunia, salah satunya Indonesia.

Kini dunia pun menyoroti penyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina islam.

Sebelumnya, Prancis mendapat sorotan tajam, karena menolak mengutuk penerbtan kartun Nabi Muhammad oleh Majalah Satire Perancis, Charlie Hebdo.

Selain itu, pernyataan Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengenai Islam yang dinilainya dalam keadaan krisis di seluruh dunia, seperti yang dilansir dalam Al Jazeera, memicu kemarahan negara-negara mayoritas muslim.

Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri menyatakan telah memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard pada selasa kemarin (27/10/2020).

PP Muhammadiyah mengecam sikap Presiden Perancis Emanuel Macron yang merendahkan umat muslim dan mengizinkan publikasi karikatur Nabi Muhammad.

PP Muhammadiyah meminta agar Macron menarik ucapannya dan meminta maaf pada umat muslim di dunia, karena tindakan dan sikapnya bisa menyulut permusuhan.

Tak hanya Muhammadiyah, PBNU juga mengecam keras pernyataan presiden perancis emanuel macron terkait karikatur Nabi Muhammad. PBNU meminta Perancis menghormati ajaran agama Islam serta hukum yang berlaku di suatu negara..

Terkait pandangannya soal Islam, legalisasi karikatur Nabi Muhammad sampai aksi teror yang terjadi di Prancis, simak dialog berikut bersama Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Jenderal Ahmad Yani. Hikmahanto Juwana.
 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU