> >

Harga Vaksin Corona Sinovac Bisa Berubah Lagi? Ini Kata Dirut Bio Farma

Berita utama | 6 Oktober 2020, 12:19 WIB
Ilustrasi: vaksin virus corona atau Covid-19. (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir menyebut, vaksin Covid-19 hasil kerja sama dengan Sinovac Biotech China akan dijual dengan kisaran harga Rp 200 ribu per dosis.

"Mereka belum menyebutkan biaya pastinya, jadi kami hanya menyiapkan anggaran aproksimasi saja ya. Masih mungkin berubah. Kami berharap dengan Sinovac didapatkan maksimum Rp 200 ribu untuk satu dosis. Jadi kalau dua dosis Rp 400.000," kata Honesti dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Senin (5/10/2020) mengutip Tribunnews.

Menurut Honesti, harga vaksin juga akan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Jika vaksin di Indonesia sudah lolos uji klinis, Kementerian Kesehatan akan punya jaringan khusus agar harga produksi bisa ditekan lagi.

"Kita lihat produksi terakhir, nanti kita lakukan efisiensi untuk budget ini. Nanti kan Kemenkes akan ada penugasan ke kami. Kemungkinan juga Kemenkes dapat akses langsung. Jadi kita dapat sebagai yang mendapat penugasan berapanya nanti akan dilihat usai RAB di Kemenkeu," terang dia.

Rencananya, satu orang akan mendapatkan dua dosis vaksin agar kebal dari virus corona. Vaksinasi harus dilakukan terhadap 170 juta masyarakat Indonesia.

Menurut Honesti, jumlah tersebut merupakan 70 persen dari total penduduk sesuai petunjuk WHO untuk bisa mencapai herd immunity.

Dengan jumlah tersebut, maka diperkirakan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 68 triliun.

"70 persen untuk mencapai herd immunity. Nilai uangnya kami belum hitung semua," imbuh Honesti.

Seperti diketahui sebelumnya Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, memperkirakan biaya vaksin Covid-19 Sinovac untuk satu orang sebesar Rp440 ribu.

“Memang harga yang sudah dikerjasamakan dengan Sinovac itu untuk 2020 harganya per dosis bahan bakunya 8 dollar AS. Tapi di 2021 harganya 6-7 dollar AS, jadi ada penurunan. Ini bahan baku,” ungkap Menteri BUMN ini beberapa bulan lalu.

Penulis : Ade-Indra-Kusuma

Sumber : Kompas TV


TERBARU