> >

Mantan Kepala BPOM: Pengujian Vaksin Covid-19 Berbeda dengan Obat Lain

Update corona | 5 Oktober 2020, 21:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Vaksin Covid-19 masih harus menjalani uji klinis dan persetujuan badan pengawasan obat dan makanan.

Tidak hanya vaksin, obat-obatan yang banyak beredar untuk menunjang perawatan Covid-19 harus terjamin keamanannya.

Salah satu pintu berlapis yang harus dilewati oleh sebuah produk farmasi adalah badan pengawasan obat dan makanan.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan harga vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan bersama Sinovac diupayakan bisa ditekan maksimum Rp 200.000,-.

Hal ini disampaikan oleh Honesti Basyir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (05/10/2020). 

"Semua produksi vaksin itu, mereka menyebutkan biaya pastinya. Jadi kita hanya menggunakan anggaran biaya aproksimasi, ini masih mungkin berubah. Kami berharap untuk yang dengan Sinovac ini harganya mungkin bisa kita tekan 200 ribu per dosis," kata Honesti Basyir.

Harga vaksin masih dapat berubah karena selama ini belum ada yang menyebutkan secara pasti biaya produksi vaksin.

Untuk mengetahui bagaimana tahapan untuk memberikan vaksin tersebut aman dikonsumsi, lebih lengkap simak pembahasannya bersama Mantan Kepala BPOM Roy Sparringa.

Penulis : Reny-Mardika

Sumber : Kompas TV


TERBARU