> >

Yuk! Raup Untung dari Daur Ulang Sampah

Berita kompas tv | 29 Agustus 2020, 15:40 WIB

KOMPAS.TV - Persoalan sampah plastik menjadi isu yang sering diperbincangkan di banyak negara termasuk Indonesia.

Di Surabaya, Jawa Timur ada sekelompok anak muda yang menjadikan sampah plastik tidak lagi menjadi musuh. Sampah plastik diubah menjadi ragam benda yang memiliki nilai ekonomi tinggi oleh mereka. 

Data dari The World Bank menyebut Indonesia menghasilkan 175.000 ton sampah per hari , dan sekitar 14% atau 24.500 tonnya adalah sampah plastik. Dan saat ini 81% sampah di indonesia belum disortir, sehingga mendaur ulang sampah sulit untuk dilakukan .

Dari sekian banyak jenis plastik, PET adalah juaranya. Polietilen terepthelet paling banyak digunakan sebagai kemasan makanan atau minuman, contohnya bahan botol plastik untuk air minum kemasan.

Sekelompok anak muda di Surabaya adalah salah satu potret kesuksesan manusia yang berhasil berkawan dengan sampah.

Robries yang terbentuk sejak 2018 ini telah berhasil mentransformasi sampah plastik menjadi barang yang punya daya guna dan nilai ekonomis yang tinggi.

Untuk menjaga pasokan bahan sampah plastik, Robries kemudian menggandeng bank sampah yang dikelola langsung oleh banyak kampung di Surabaya, dan secara tidak langsung ini meningkatkan perputaran ekonomi di warga setempat.

Jenis bahan baku yang digunakan cukup beragam mulai dari sampah botol minuman plastik, tutup botol plastik, kantong kresek hingga berbagai sampah plastik keras lainnya

Sampah plastik yang sudah terkumpul lantas dicacah dengan mesin, kemudian ditempatkan dalam cetakan sebelum akhirnya dioven dan di press, sebelum akhirnya dimodifikasi menjadi berbagai benda unik.

Sejauh ini barang yang diproduksi kebanyakan home décor, furniture, lembaran-lembaran papan yang biasanya digunakan utnuk elemen interior. Harga barang yang ditawarkan  berkisar antara Rp 20.000 hingga jutaan rupiah tergantung bentuk, jenis dan kerumitan pembuatannya.

Kreatifitas dan inovasi memang merupakan harga mati. Anak anam muda ini tak hanya menjadi salah satu roda penggerak ekonomi industri kreatif, namun juga telah menjadi pejuang lingkungan yang dapat membantu indonesia terbebas dari sampah plastik.
 

Penulis : Anjani-Nur-Permatasari

Sumber : Kompas TV


TERBARU