> >

Kenapa Masih Ada Saja yang Percaya Takhayul?

Sinau | 7 September 2021, 10:12 WIB

KOMPAS.TV- Masih banyak di sekitar kita yang percaya dengan keberuntungan, yang dapat diperoleh dari benda-benda unik. Kemudian takut melakukan sesuatu dengan alasan tidak mau ketiban sial, semua itu hanya takhayul. Takhayul adalah sesuatu yang dikarang oleh seseorang berdasarkan dari khayalan.

Untuk di Indonesia sendiri takhayul kebanyakan bersifat mengajarkan anak-anak untuk hal tertentu. Misalnya saja tentang nasi yang bisa menangis jika tidak dihabiskan, padahal faktanya nasi yang dibiarkan terlalu lama akan berair, karena tetesan embun dari uap nasi itu sendiri. Kemudian takhayul tentang nasi yang menangis ini membentuk kebiasaan, supaya anak-anak mau makan dengan lahap sampai habis tak tersisa nasinya.

Kemudian tentang larangan bersiul di malam hari, konon akan mengundang hantu. Sebenarnya bukan soal hantunya, tetapi bersiul di malam hari adalah kegiatan yang mengganggu. Karena malam hari kebanyakan orang sedang istirahat.

Takhayul terkadang membuat efek negatif terhadap pola pikir, lalu menjadi benteng yang membuat seseorang sulit berargumen di luar kepercayaannya. Sebenarnya tidak sulit untuk berubah atau diubah , namun seringkali tak ada kemauan untuk mengubah pola pikir yang membuat takhayul tetap menetap di dalam diri seseorang.

Baca Juga: Usut Tuntas Kasus Orangtua Korbankan Anak Demi Pesugihan, Jangan Sampai Terulang!

Grafis: Arief Rahman

 

Penulis : Sunbhio-Pratama

Sumber : diolah dari berbagai sumber


TERBARU