> >

Mengapa Awak KRI Nanggala-402 Tak Keluar Selamatkan Diri Saat Tenggelam?

Sinau | 26 April 2021, 21:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Duka yang sangat mendalam dirasakan kita semua atas kepergian para pejuang laut awak KRI Nanggala-402. Panglima TNI memberi kepastian seluruh awak KRI Nanggala-402 gugur.

“Berdasarkan bukti-bukti otentik tersebut, dapat dinyatakan, bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan seluruh awaknya telah gugur," ucap Panglima TNI pada konferensi pers Minggu, 25 April 2021.

Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di kedalaman 838 meter ini pun membuat kecil kemungkinan para awak KRI dapat diselamatkan.

Orang awam mungkin berpikir, ketika terjadi kecelakaan dan saat hilang kontak, mengapa para awak KRI tak langsung menyelamatkan diri saja dan berenang menuju permukaan laut.

Namun, kenyataannya tak sesimpel dan semudah itu untuk menyelamatkan diri bagi para awak Kapal Selam KRI Nanggala-402.

Jika awak kapal membuka pintu kapal selam pada kedalaman tersebut, air akan memasuki kapal dengan sangat cepat dan membanjiri kapal dalam hitungan detik.

Dilansir dari Kompas.com, Schmidt Ocean Institute menyatakan air di kedalaman 850 meter tidak seperti yang kita rasakan di kolam renang.

Tekanan hidrostatis air meningkat sebanyak 1 atm setiap kedalaman 10 meter. Jika tekanan di udara adalah 1 atm, maka tekanan di kedalaman 850 meter adalah 85 atm. Sementara manusia hanya bisa bertahan pada tekanan sekitar 3 hingga 4 atm.

Berenang dalam air laut di kedalaman 850 adalah hal yang tidak mungkin bagi manusia, rasanya mungkin akan sama seperti dinjak 100 ekor gajah di kepala.

Saat air masuk ke kapal selam, kurang dari hitungan detik gendang telinga akan pecah, paru-paru akan termampatkan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa lalu pecah, selanjutkan akan diikuti oleh pembuluh darah dan organ seluruh tubuh yang ikut hancur.

Sehingga membuka pintu kapal selam dan berenang keluar adalah hal yang mustahil di kedalaman 700 hingga 850 meter, kecuali kapal selam tersebut masih berada di kedalaman dangkal.

Video Editor: Novaltri Sarelpa
Video Grafis: Agus Ilyas

Penulis : Sadryna-Evanalia

Sumber : Kompas TV


TERBARU