> >

Peneliti: Vaksin AstraZeneca Tak Mengandung Babi dan Aman

Sinau | 4 April 2021, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Vaksin Covid-19 AstraZeneca sempat memunculkan kontroversi di Indonesia. Kontroversi muncul karena adanya laporan dari Austria dan Denmark mengenai kasus pembekuan darah akibat vaksinasi Covid-19 AstraZeneca.

Namun, peneliti vaksin AstraZeneca dari Oxford University asal Indonesia, Indra Rudiansyah menjelaskan kasus pembekuan darah yang muncul bukan berarti secara langsung akibat dari vaksin AstraZeneca.

"Isu itu sebenarnya tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan kalau vaksin kita (AstraZeneca) tersebut menyebabkan pembekuan darah," ujar Indra Rudiansyah pada 30 Maret 2021.

Selain adanya kontroversi laporan pembekuan darah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut vaksin AstraZeneca ini haram karena mengandung tripsin babi.

Namun, Indra membantah jika Vaksin AstraZeneca ini menggunakan tripsi babi.

"Jadi terkait dengan penggunaan unsur tripsi babi, sepengetahun saya dan yang mengembangkan produksinya itu kita tidak menggunakan tripsin hewan atau hewan sama sekali termasuk babi," ujar Indra.

Pemerintah pun memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca di beberapa wilayah Indonesia. Pemerintah meyakini manfaat dari vaksin AstraZeneca ini lebih besar daripada resiko yang ditimbulkan.

Video Editor: Novaltri Sarelpa

Penulis : Sadryna-Evanalia

Sumber : Kompas TV


TERBARU