> >

Papeda Peranakan Papua, Miliki Rasa Unik namun Tetap Digemari

Cerita indonesia | 2 April 2021, 05:44 WIB

PAPUA, KOMPAS.TV - Papeda sudah menjadi salah satu makanan pokok untuk wilayah Indonesia bagian timur, Namun makanan khas ini kini sudah berkurang peminatnya. Nah, ada salah satu cara kreatif membuat papeda semakin digemari, yakni dengan memberikan cita rasa papeda peranakan Jawa-Papua.

Tempat yang bernama neng ndi terletak di Jalan Angkasa Kawasan Kelapa Lim, Kabupaten Merauke, Papua. Nama ini dipilih untuk menunjukkan peranakan JawaPapua dari pemilik tempat yang ramai dikunjungio warga terutama pada jam makan siang.

Nama neng ndi dalam bahasa jawa berarti tempat dimana yang berasal dari gabungan nama pemilik tempat, yaitu Neneng dan Ndiken yang disingkat neng ndi. Penyajian pepeda di tempat peranakan ini sedikit berbeda, yaitu jika biasanya pepeda disajikan berupa campuran air panas dan tepung sagu dengan cita rasa tawar, maka di tempat ini penyajian papeda ditambahkan kuah kuning sebelum dimasukkan campuran air panas dan tepung sagu.

Sementara tujuan pendirian rumah makan ini untuk menunjukkan bahwa orang Papua memiliki kemampuan usaha kuliner dengan mengangkat unsur budaya lokal. Terlebih lagi saat ini papeda sudah jarang ditemui, karena warga papua yang lebih gemar makan nasi dengan alasan praktis dan lebih mengenyangkan.

Sementara papeda tidak hanya dinikmati dengan kuah kuning, namun bisa ditambahkan toping yang berbeda seperti daging rusa, tempe, atau tahu. Selain itu untuk lebih nikmat dan sehat dapat ditambahkan sayur-sayuran tumisan bunga pepaya atau kangkung cabut.

Penulis : Herwanto

Sumber : Kompas TV

Tag

TERBARU