> >

Begini Kronologi Penganiayaan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Oleh Keluarga

Cerita indonesia | 29 Januari 2021, 15:16 WIB

MALANG, KOMPAS.TV – Tim Pemulasaran Penazah Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang dianiaya oleh keluarga jenazah Covid-19 karena salah membawa jenazah.

Kejadian ini pun direkam oleh warga dan sempat menjadi perbincangan hingga viral di media sosial.

Keluarga tak terima saat mengetahui jenazah yang dibawa tersebut tertukar.

Tertukarnya jenazah Covid-19 ini pun dibenarkan oleh Kabag Humas Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar Malang, Dony Iryan.

Menurutnya, peristiwa berawal saat tim pemulasaran hendak mengantarkan jenazah Covid-19.

Saat itu, ada enam antrean jenazah yang hendak diantar.

Jenazah keluarga yang menganiaya petugas mendapatkan antrean nomor empat.

Karena jenazah 3 dan 5 akan dimakamkan di lokasi yang sama,  petugas berencana mengantarkan jenazah nomor 3 dan 5 tersebut secara bersamaan terlebih dahulu.

Akibatnya, pengantaran jenazah nomor 4 menjadi tertunda.  

“Nomor 3 dan nomor 5 ini satu lokasi di Pekamanan Sukun, sehingga PSJ Kota Malang ingin sekali jalan, jadi efektif. Keluarga jenazah nomor 4 ini ndak terima, loh ini saya duluan, listnya juga saya duluan, kenapa yang didahulukan Sukun?”, ungkap Dony saat memberikan keterangan.

Setelah diberi pengertian, keluarga jenazah nomor 4 akhirnya bersedia diantar belakangan.

Setelah tim PSJ mengantarkan jenazah nomor 3 dan 5, mereka kembali ke rumah sakit untuk mengantarkan jenazah yang lain. Saat itulah, mereka membuat kesalahan.

“Setelah jenazah 3 dan 5 tadi itu selesai. PSJ kembali untuk mengambil, harusnya jenazah nomor 4. Di sini, mungkin karena sudah panas, capek kawan-kawan. Yang harusnya diambil nomor 4, yang diambil nomor 6”, tambahnya.

Sementara itu, keluarga jenazah nomor 4 sudah lama menunggu di pemakaman.

Mengetahui tim pemakaman membawa jenazah yang salah, mereka tidak terima dan terbawa emosi sehingga menganiaya petugas.

Penulis : Abdur-Rahim

Sumber : Kompas TV


TERBARU