> >

Begini Kronologis Penangkapan 2 Kapal Tanker Yang Diduga Transfer Minyak Illegal

Cerita indonesia | 25 Januari 2021, 13:24 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.TV – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap dua kapal asing berjenis tanker di perairan Pontianak, Kalimantan barat.

Kedua kapal tersebut diduga tengah melakukan transfer bahan bakar minyak pada Minggu, 24 Januari 2020. 
Komandan KN Marore 322 Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto mengatakan, saat itu (24/1) KN Marore tengah melakukan patroli di kawasan Natuna Utara. 

Kemudian, pada pukul 05.30 WIB KN Marore mendeteksi adanya kontak radar diam. 

“Pada hari minggu 24 januari pada waktu 05.30 wib saat melakukan patroli sektor di perairan laut Natuna Selatan tepatnya di perairan Laut Barat pontianak, perwira jaga dini hari medetekasi kontak radar diam dan melaporkan kepada saya selaku komanandan KM Marore 322. Atas dasar laporan tersebut, saya perintahkan untuk mendekat ke kontak tersebut”, ungkap Yuli saat memberikan keterangan dalam sebuah video yang dikirimkan kepada Kompas TV (25/1).

Baca Juga: Bakamla Pergoki 2 Kapal Tanker Asing yang Diduga Jual Beli BBM Secara Ilegal

KN Marore kemudian berusa mendekati kedua kapal tersebut. Dari  jarak 1 nautical mile, diketahui kedua kapal tersebut merupakan kapal tanker.

Bakamla kemudian mencoba melakukan komunikasi dengan kapal kedua kapal tersebut melalui radio.

Namun, karena kedua kapal tersebut tidak memberikan respons, Bakamla kemudian masuk dan memeriksa kedua kapal tersbut. 

“selama kurang lebih 1 jam mencoba melaksanakan komunikasi, akan tetapi tidak mendapatkan respons dari kedua kapal tersebut. Maka saya perintahkan untuk melaksanakan boarding ke kedua kapal tersebut", tambahnya. 

Dari hasil pemeriksaan, kedua kapal tersebut diketahui tengah melakukan transfer minyak mentah.

“Dari hasil pemeriksaan diketahui, bahwa kedua kapal tersebut merupakan kapal tanker yang sedang melaksanakan ship to ship transitment minyak mentah atau crude oil", ujarnya menambahkan. 

Kini, kedua kapal tengah diarahkan menuju Batam untuk diperiksa lebih lanjut. 
 

Penulis : Abdur-Rahim

Sumber : Kompas TV


TERBARU