> >

Macron Tegaskan Prancis Tidak Akan Menyerah

Internasional | 26 Oktober 2020, 17:14 WIB

PRANCIS, KOMPAS.TV – Presiden Emmanuel Macron mengunggah sejumlah tulisan dalam bahasa Prancis, Inggris dan Arab, pada hari Minggu (25/10/2020).

Macron menyatakan bahwa Prancis "tidak akan pernah menyerah".

Dalam beberapa tweet, dia menulis bahwa Prancis menghormati "semua perbedaan dalam semangat perdamaian", tidak akan menerima "pidato kebencian" dan akan membela "debat yang masuk akal".

Presiden Macron merilis cuitan di Twitter di tengah meningkatnya ketegangan dengan Turki.

Dilansir dari APTN, Prancis memanggil duta besarnya untuk konsultasi setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Macron membutuhkan perawatan kesehatan mental.

Sehari setelah mengatakan bahwa Macron perlu diperiksa kepalanya, Erdogan kembali menyerang dengan mengatakan pemimpin Prancis itu "tersesat".

Macron telah membela penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Hal ini terjadi setelah seorang guru bahasa Prancis Samuel Paty dipenggal pekan lalu di dekat Paris usai dia menunjukkan kartun Nabi selama kelas tentang kebebasan berbicara.

Macron mengatakan guru yang terbunuh itu adalah korban serangan teroris Islam.

Insiden itu telah memicu perdebatan tentang menghormati agama dan mendorong banyak pemimpin di dunia Islam untuk mengutuk kejahatan tersebut.

Ada beberapa kampanye media sosial di negara-negara Muslim yang menyerukan pemboikotan produk Prancis

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


TERBARU