> >

Ternyata Virus Corona Tak Berasal dari Pasar Seafood di Wuhan, Ini Faktanya...

Kompas dunia | 25 Februari 2020, 08:15 WIB
Petugas medis membawa seorang pasien yang terinfeksi virus corona, ke rumah sakit Jinyintan, di Kota Wuhan, China, Sabtu (18/1/2020). (Sumber: AFP/STR/CHINA OUT)

China, KOMPAS.TV -  Ilmuwan China menemukan bukti terbaru terkait asal dari virus corona. Berdasarkan analisis data genomik dari 93 sampel, virus corona ternyata juga berasal dari wilayah lain di luar Kota Wuhan, Provinsi Hubei.

Awalnya virus corona diklaim berasal dari sebuah pasar seafood di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Namun, hasil penelitian Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Lembaga Penelitian Otak China mengatakan, virus corona berasal dari tempat lain.

Mengutip dari Kompas.com, tim penelitian yang dipimpin oleh Dr Yu Wenbin mengurutkan data genomik akan 93 sampel SARS-Cov-2 alias virus corona dari 12 negara. Tujuan dilakukan penelitian untuk melacak sumber infeksi dan memahami penyebarannya.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa saat penyebaran cepat terjadi di Pasar Huanan Seafood di Wuhan, terjadi pula dua ekspansi populasi besar pada 8 Desember 2019 dan 6 Januari 2020.

Baca Juga: WN Jepang Positif Corona Sepulang dari Indonesia, Ini Respons Menkes Terawan!

Penelitian ini juga dipublikasikan di situs institut penyelenggara tersebut. Pada penelitian itu, kemungkinan penyebaran virus dimulai dari orang ke orang bukan pada awal Desember 2019, bahkan sejak akhir November 2019.

Studi ini mengetahui apakah benar Pasar Huanan Seafood menjadi satu-satunya tempat kelahiran virus corona dianggap sangat penting untuk menemukan sumber aslinya.

Tim peneliti pun juga perlu menentukan inang perantara agar dapat mengendalikan epidemi dan mencegah penyebarannya lagi.

Para ilmuwan juga mengatakan, walaupun Pusat Kontrol Penyakit dan Pencegahan Nasional China (CCDCP) telah meningkatkan level penyebaran virus corona pada tingkat 2 sejak 6 Januari 2020, informasinya masih belum tersebar secara menyeluruh.

"Sebenarnya jika peringatan itu sudah didapat oleh seluruh lapisan masyarakat, angka infeksi secara nasional dan global tidak akan tinggi," kata tim peneliti yang dilansir dari Kompas.com.

Tim peneliti juga menegaskan, jika peringatan itu diikuti, jumlah penyebaran dari pertengahan sampai akhir Januari 2020 pasti dapat berkurang.

#VirusCorona #China #Corona

Penulis : Desy-Hartini

Sumber : Kompas TV


TERBARU