> >

Arab Saudi Murka Menteri Israel Ancam Bom Nuklir Gaza: Tunjukkan Tingkat Ekstremisme dan Brutalitas

Kompas dunia | 5 November 2023, 21:24 WIB
Warga Palestina berusaha memecahkan lempengan dinding untuk mencari korban serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu (4/11/2023). (Sumber: Abed Khaled/Associated Press)

RIYADH, KOMPAS.TV - Pemerintah Arab Saudi murka dengan ucapan salah satu menteri Israel bahwa Tel Aviv "kemungkinan" menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza. Riyadh menyebut komentar menteri tersebut menunjukkan tingkat "ekstremisme dan brutalitas" yang dianut pemerintahan Israel.

Arab Saudi juga mengkritik langkah Israel menangani salah satu menterinya yang menyampaikan komentar ekstrem terkait serangan ke Jalur Gaza. Pemerintahan Benjamin Netanyahu diketahui menskors Menteri Warisan Amichai Eliyahu dari rapat-rapat kabinet atas komentarnya tentang menjatuhkan bom nuklir di Gaza.

Sebelumnya, dalam wawancara bersama Radio Kol Beram, Sabtu (4/11/2023), Amichai Eliyahu menyebut menjatuhkan bom nuklir di Gaza adalah "salah satu kemungkinan." Eliyahu kemudian mendehumanisasi masyarakat Palestina di Gaza dengan menyebut mereka sebagai "Nazi" dan "monster."

Baca Juga: Korban Pembunuhan Israel di Gaza Jadi 9.770 Orang, di Antaranya 4.800 Anak dan 2.550 Perempuan

Perdana Menteri Israel mengaku mengutuk "dalam arti paling keras" komentar Eliyahu tersebut. Riyadh pun menyebut Netanyahu seharusnya langsung mendepak Eliyahu dari kabinet setelah komentar ekstrem menteri itu. 

"Tidak langsung memberhentikan menteri itu dari pemerintahan dan sekadar membekukan keanggotaannya merefleksikan tingkat penghinaan pemerintah Israel terhadap semua standar hukum dan nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan religius," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dikutip Al Jazeera, Minggu (5/11/2023).

Kementerian Luar Negeri Palestina sendiri mengecam komentar bom nuklir menteri Israel tersebut. Palestina menyebut komentar itu mencerminkan intensi genosida oleh Israel.

"Pernyataan-pernyataan ini adalah terjemahan dari perang genosida yang diluncurkan Israel ke Jalur Gaza selama 30 hari ini," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina.

Israel secara umum diyakini memiliki senjata pemusnah massal, tetapi tidak pernah mengakuinya secara terbuka. Israel pun tidak ikut meratifikasi perjanjian non-proliferasi senjata nuklir dunia.

Baca Juga: Menteri Israel Ucapkan Seruan Genosida, Sebut Pihaknya Mungkin Jatuhkan Bom Nuklir di Gaza

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU