> >

Sehari Usai Xi Jinping Kunjungi Moskow, Fumio Kishida Kunjungi Kiev Ukraina

Kompas dunia | 21 Maret 2023, 19:21 WIB
Arsip. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dilaporkan mengunjungi Kiev, Ukraina, Selasa (21/3/2023), atau sehari setelah Presiden China Xi Jinping menginjakkan kaki di Moskow, Rusia. (Sumber: Du Xiaoyi/Pool Photo via AP)

KIEV, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida dilaporkan mengunjungi Kiev, Ukraina, Selasa (21/3/2023), atau sehari setelah Presiden China Xi Jinping menginjakkan kaki di Moskow, Rusia. Perang Rusia-Ukraina disebut akan mendominasi pembicaraan dalam masing-masing pertemuan antara Fumio Kishida dengan Volodymyr Zelenskyy dan Xi Jinping dengan Vladimir Putin.

Melansir Associated Press, televisi nasional Jepang, NHK menyiarkan Kishida tengah mengunjungi Stadion Pusat Kiev dengan dikawal sejumlah pejabat Ukraina. Pada bulan ke-13 perang, pertempuran sudah lama menjauhi ibu kota Ukraina tersebut.

Baca Juga: Dikunjungi Xi Jinping, Vladimir Putin akan Jelaskan Detail Aksi Rusia di Ukraina

Pertemuan Kishida dengan Zelenskyy disebut bertepatan dengan pertemuan semacam antara Xi Jinoing dan Vladimir Putin di Moskow. Sebelumnya, Putin mengaku akan menjelaskan secara detail aksi Rusia di Ukraina kepada Xi Jinping.

Baik otoritas Jepang maupun Ukraina urung menjelaskan detail mengenai kunjungan Kishida. PM Jepang itu juga berkunjung dalam kapasitasnya sebagai Ketua G7.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut Kishida akan "menghormati keberanian dan kesabaran rakyat Ukraina yang berdiri mempertahankan tanah air di bawah kepemimpinan Presiden Zelenskyy, dan menunjukkan solidaritas dan dukungan tanpa putus untuk Ukraina sebagai kepala negara Jepang dan ketua G7."

Kishida juga disebut akan menunjukkan "penolakan absolut atas perubahan status quo sepihak yang diupayakan Rusia melalui invasi dan paksaan, dan menegaskan komitmennya untuk mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan."

Sementara itu, Kremlin telah merilis pernyataan bahwa kunjungan Xi Jinping menjadi kesempatan Rusia-China memperdalam "persahabatan tanpa batas." Rusia juga menyatakan bahwa kunjungan Xi Jinping menunjukkan upaya isolasi Amerika Serikat (AS) tak mempan.

Baca Juga: Gaduh Keluhan Fatimah Ditagih Pajak Rp4 Juta usai Menang Lomba Nyanyi di Jepang, Kemenkeu Minta Maaf

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU