> >

Dampak Krisis Rusia-Ukraina Sampai ke Negeri Ginseng, Korsel Pangkas Pajak Demi Tekan Inflasi

Kompas dunia | 5 April 2022, 09:44 WIB
Ilustrasi produksi minyak mentah. (Sumber: Al Jazeera/Sergei Karpukhin)

SEOUL, KOMPAS.TV- Hampir semua negara di dunia terkena dampak kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik Rusia-Ukraina, Korea Selatan masuk negara yang ikut terpengaruh oleh harga minyak yang meningkat itu. 

Pemerintah negara itupun mengubah besaran pajak yang dipotong atas produk minyak. Menteri Keuangan Korea Selatan Hong Nam-Ki menetapkan pemotongan pajak yang berlaku selama tiga bulan ke depan sebesar 20 persen dari semula 30 persen.

Pemerintah Korea Selatan berharap penurunan beban pajak itu bisa menekan harga energi seperti biaya listrik dan gas untuk rumah tangga serta industri. "Inflasi adalah masalah yang paling penting dan serius saat ini," kata Nam-Ki seperti dikutip Antara, Selasa (5/4/2022).

Ia mengatakan, Korea Selatan mengalami inflasi sebesar 4,1 persen akibat dari kenaikan harga energi dan sejumlah komoditas. Ini menjadi inflasi tertinggi negara itu sejak 2011 lalu. 

Baca Juga: Jerman Usir 40 Diplomat Rusia Imbas Temuan Terbunuhnya Warga Sipil Sekitar Ibu Kota Ukraina

Padahal harga minyak naik lebih dari 3 persen pada perdagangan Senin waktu New York atau Selasa pagi WIB. Investor khawatir pasokan minyak mentah dunia semakin ketat dengan dalih Rusia semakin banyak membunuh warga sipil Ukraina.

Tindakan Rusia diperkirakan akan membuat negara-negara Barat menjatuhkan lebih banyak sanksi ke Rusia, terutama di sektor energi.

Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni melonjak 3,14 dollar AS atau 3,0 persen, menjadi 107,53 dollar AS per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik 4,01 dollar AS atau 4,0 persen, menjadi 103,28 dolar AS per barel.
 

Penulis : Dina Karina Editor : Purwanto

Sumber : Antara


TERBARU