> >

Bom dan Peluru Sisa Perang di Afghanistan Tewaskan 10 Orang, 5 di Antaranya Anak-Anak

Kompas dunia | 2 April 2022, 03:25 WIB
Dua bom yang tertanam di lapangan bermain di provinsi Herat, Afghanistan barat, meledak dan menewaskan lima orang dan melukai 25 orang, dan peluru sisa perang tewaskan 5 anak di Helmand hari Jumat (1/4/2022). (Sumber: LA Times)

LASHKAR GAH, KOMPAS.TV - Dua bom yang tertanam di lapangan olah raga Provinsi Herat, Afghanistan barat, meledak dan menewaskan lima orang dan melukai 25 orang.

Pada hari yang sama, lima anak di Provinsi Helmand selatan juga tewas ketika peluru besar yang mereka temukan meledak. Total di hari yang sama, 10 orang tewas akibat ledakan.

Dilaporkan Associated Press, Jumat (1/4/2022), juru bicara Provinsi Herat yang ditunjuk Taliban, Mahmood Rasoly, mengatakan dua bom meledak di lapangan yang digunakan untuk permainan tradisional Afghanistan, seperti gulat lumpur dan Buzkashi, yang dimainkan dengan pemain berkuda.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas bom di Herat tersebut.

Baca Juga: PBB Serukan Dunia Kumpulkan 4.4 Miliar Dollar AS untuk Bantu Afghanistan Keluar dari Krisis Dahsyat

Dua bom yang tertanam di lapangan bermain di Provinsi Herat, Afghanistan barat, meledak dan menewaskan lima orang dan melukai 25 orang, dan peluru sisa perang tewaskan 5 anak di Helmand, Jumat (1/4/2022). (Sumber: The Week India via Reuters)

Pejabat Taliban lainnya di provinsi tersebut, Naeemulhaq Haqqni yang merupakan kepala Departemen Informasi dan Kebudayaan Herat, mengatakan Taliban menemukan dan menjinakkan dua bom lain yang juga ditanam di lapangan yang sama.

Dalam ledakan di Helmand, anak-anak berusia antara 3 dan 12 tahun, tampaknya menemukan peluru besar dan bermain dengan benda tersebut di distrik Marja, yang kemudian meledak tiba-tiba, kata Abdul Bari Rashid Helmandi, seorang petugas media Taliban di Provinsi Helmand.

Seorang mantan anggota dewan setempat, Ahmadullah, mengatakan dua anak lainnya terluka dalam ledakan itu dan dirawat di rumah sakit distrik.

Afghanistan sangat berbahaya bagi anak-anak, yang sering mengumpulkan besi tua untuk dijual guna menghidupi keluarga mereka. Banyak yang terbunuh atau cacat ketika mereka menemukan peluru artileri yang belum meledak.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Associated Press


TERBARU