> >

China Susun UU yang akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anak-Anaknya

Kompas dunia | 18 Oktober 2021, 18:25 WIB
Ilustrasi anak-anak bermain. Dalam rancangan undang-undang pemajuan pendidikan keluarga China, orang tua akan mendapat teguran dan perintah menjalani program pembinaan pendidikan keluarga jika jaksa menemukan perilaku yang sangat buruk atau tindak kriminal yang dilakukan anak di bawah asuhan mereka. (Sumber: Kompas.tv)

BEIJING, KOMPAS.TV - Parlemen China sedang mempertimbangkan undang-undang yang akan menghukum orang tua jika anak-anak mereka menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan, seperti dilansir Straits Times, Senin (18/10/2021).

Dalam rancangan undang-undang pemajuan pendidikan keluarga, orang tua akan mendapat teguran dan perintah menjalani program pembinaan pendidikan keluarga jika jaksa menemukan perilaku yang sangat buruk atau tindak kriminal yang dilakukan anak-anak di bawah asuhan mereka.

"Ada banyak alasan bagi remaja untuk berperilaku buruk, dan kurangnya pengasuhan keluarga serta pendidikan yang tidak tepat adalah penyebab utama," kata Zang Tiewei, juru bicara Komisi Urusan Legislatif di bawah Kongres Rakyat Nasional (NPC).

Rancangan undang-undang pendidikan keluarga yang akan dibahas pada sidang Komite Tetap Kongres Nasional China pekan ini juga mendesak orang tua untuk mengatur waktu bagi anak-anaknya untuk istirahat, bermain, dan berolahraga.

Beijing menjalankan peran ayah yang lebih tegas tahun ini, mulai dari mengatasi kecanduan anak-anak pada game online, yang dianggap sebagai bentuk "candu spiritual", hingga menekan pemujaan "buta" terhadap selebritas Internet.

Baca Juga: China Batasi Anak Main Game Online 3 Jam Seminggu dan Larang Selebritas Vulgar

Beberapa dari mutasi (virus) ini jauh lebih ganas, dan tampaknya menyerang anak-anak yang lebih kecil, kata Menteri Pendidikan Chan Chun Sing. (Sumber: Arab News via Reuters)

Dalam beberapa bulan terakhir, kementerian pendidikan membatasi jam bermain game untuk anak di bawah umur, yang memungkinkan mereka bermain game online selama satu jam pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saja.

Pemerintah China juga mengurangi pekerjaan rumah dan melarang les setelah sekolah untuk mata pelajaran utama selama akhir pekan dan hari libur, khawatir tentang beban akademik yang berat pada anak-anak yang membuat mereka sangat kewalahan.

Pada saat yang sama, China juga mendesak pria muda China untuk menjadi kurang "feminin" dan lebih "jantan".

Dalam "Usulan untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki" yang dikeluarkan pada Desember lalu, kementerian pendidikan mendesak sekolah untuk mempromosikan olahraga di kampus seperti sepak bola.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Straits Times


TERBARU