> >

Jumlah Bom Nuklir AS yang Sempat Disembunyikan Trump Akhirnya Terungkap

Kompas dunia | 6 Oktober 2021, 20:38 WIB
Percobaan bom nuklir Amerika Serikat di Mikronesia, Juli 1946. (Sumber: Kementerian Pertahanan AS via Wikimedia.)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akhirnya mengungkap jumlah bom nuklir yang dimiliki negara itu. Sebelum pemerintahan Joe Biden, AS sempat enggan mengungkapkan jumlah bom nuklir yang dimiliki pada era Donald Trump.

Melansir AFP via Kompas.com, per 30 September 2020, AS memiliki 3.750 hulu ledak nuklir, baik yang masih aktif ataupun tidak. Angka ini turun 55 dibanding jumlah yang dilaporkan pada 2019, turun 72 dibanding jumlah yang dirilis pada 2017.

Pengungkapan angka hulu ledak nuklir ini adalah bagian dari upaya AS memulai kembali perundingan pengembalian senjata dengan Rusia. Perundingan tersebut sempat dihentikan pada era Trump.

Baca Juga: Kim Jong-Un Disebut sebagai Hitler Masa Kini yang Terobsesi Senjata Nuklir

“Meningkatkan transparansi di antara negara nuklir penting bagi upaya non-proliferasi dan pelucutan senjata," kata juru bicara Washington sebagaimana dikutip Kompas.com, Rabu (6/10/2021).

Sebelumnya, AS dan Rusia memiliki Perjanjian Start yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang boleh dimiliki masing-masing negara. Namun, perjanjian ini ditinggalkan AS pada era Trump.

Pemerintahan Joe Biden pun ingin memulai kembali perjanjian tersebut. Pada Januari 2021, Biden bersepakat dengan Presiden Vladimir Putin yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir di angka 1.550.

Jumlah hulu ledak nuklir yang dimiliki AS telah jauh berkurang dibanding ketika masa Perang Dingin. Saat masih bersitegang dengan Uni Soviet, AS disebut memiliki 31.255 bom pemusnah massal.

Baca Juga: Ngeri! Penampakan Rudal Hipersonik Berdaya Ledak Nuklir Korea Utara


 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas.com


TERBARU