> >

Cegah Eksodus Warga Afghanistan, Taliban Berikan Jaminan Amnesti

Kompas dunia | 18 Agustus 2021, 12:36 WIB

KABUL, KOMPAS.TV - Seorang juru bicara Taliban menyatakan telah menawari amnesti bagi warga Afghanistan yang pernah bekerja untuk pemerintah AS dan Pemerintahan sebelumnya yang didukung Barat. 

"Kami tidak ingin membalas dendam pada siapa pun," kata Zabiullah Mujahid dalam penampilan publik pertamanya pada konferensi pers setelah Taliban mengambil alih Afghanistan.

Baca Juga: Pernyataan Perdana Taliban Setelah Kuasai Istana Kepresidenan Kabul

Ibu Kota Afghanistan, Kabul, tetap dalam situasi tenang ketika Taliban berpatroli di jalan-jalannya.

Tetapi banyak warga yang tetap takut setelah penjara dan gudang senjata dikosongkan selama Pemerintah Presiden Ashraf Ghani berusana menyapu pemberontak di seluruh negeri.

Baca Juga: Alami 2 Kali Percobaan Pembunuhan, Mantan Hakim Afghanistan: Taliban Tidak Bisa Dipercaya

Warga Kabul dilanda kekhawatiran setelah kelompok bersenjata pergi dari pintu ke pintu mencari pegawai Pemerintah dan pasukan keamanan yang digulingkan.

Tetapi tidak jelas apakah orang-orang bersenjata itu adalah Taliban atau penjahat yang menyamar sebagai militan.

Baca Juga: Antisipasi Serangan Taliban, Rusia Gelar Latihan Militer di Perbatasan Tajikistan-Afghanistan

Mujahid juga mengatakan, Taliban tidak akan membiarkan Afghanistan digunakan sebagai basis untuk menyerang negara lain, seperti pada tahun-tahun sebelum peristiwa 11 September.

Jaminan itu adalah bagian dari kesepakatan damai 2020 yang dicapai antara Taliban dan Pemerintahan Trump yang membuka jalan bagi penarikan Amerika.

Video Editor: Mukhammad Rengga

Penulis : aryo-bimo

Sumber : CCTV & APTN


TERBARU