> >

Anda Kerja Malam Hari? Penelitian di Australia Sebutkan Pekerja Malam Mudah Tertular Covid-19

Kompas dunia | 20 April 2021, 20:05 WIB
Suasana jam malam di Paris, Prancis. Beberapa negara Eropa saat ini menghadapi gelombang ketiga Covid-19. (Sumber: AP Photo/Michel Euler)

SYDNEY, KOMPAS.TV - Sebuah penelitian yang dipimpin Australia menemukan pekerja sif malam jauh lebih mungkin tertular Covid-19 dibandingkan pekerja sif siang.

Sebuah tim peneliti internasional, yang dipimpin oleh Yaqoot Fatima dari Universitas James Cook di Negara Bagian Queensland, Australia, meyakini pekerja sif malam menghadapi risiko terpapar virus corona hampir dua kali lipat, seperti dilansir Xinhua, Selasa, (20/04/2021).

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research, didasarkan pada data medis dari 500.000 partisipan program biobank milik Inggris, yang mengumpulkan data medis dan genetik dari para sukarelawan.

Kepada surat kabar Brisbane Times, Fatima mengatakan bekerja di sif malam dapat mengganggu ritme sirkadian/circadian rhythm alami manusia, yang berpotensi meningkatkan risiko mengalami infeksi.

Baca Juga: Bacaan Ketika Terbangun Tengah Malam Beserta Doa Susah Tidur

Ilustrasi penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah Australia. (Sumber: AAP via ABC Indonesia)

"Peneliti lain telah mengemukakan teori bahwa gangguan ritme sirkadian akibat bekerja di sif malam dapat menjadikan seseorang lebih berisiko terinfeksi COVID-19," katanya.

"Bisa jadi ini efek dari penurunan kadar melatonin dan respons imun yang buruk."

Fatima juga mengatakan kepada Xinhua terdapat sejumlah penelitian serupa yang sedang dilakukan di negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

"Kami berharap dan menantikan temuan serupa dari mereka," ujarnya. "Ketika temuan mereka diperjelas, kami harap hal itu dapat memengaruhi pedoman terkait isu seperti prioritas dalam peluncuran vaksin."

Penulis : Edwin-Shri-Bimo

Sumber : Kompas TV


TERBARU