> >

Linkin Park Somasi Donald Trump Karena Pakai Lagu "In The End" Tanpa Izin

Selebriti | 21 Juli 2020, 11:59 WIB
Linkin Park. (Sumber: Instagram@linkinpark)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Linkin Park menegaskan, mereka bukanlah pendukung Donal Trump dan melayangkan somasi kepada Donald Trump terkait video "In The End" yang digunakan tanpa izin. 

"Linkin Park tidak mendukung Trump, atau memberi wewenang kepada organisasinya untuk menggunakan musik kami," tulis Linkin Park melalui akun Twitter mereka, Sabtu malam.

Dua personel Linkin Park, Mike Shinoda dan Joe Hahn juga mengungkapkan persetujuan mereka tentang hal tersebut. Diketahui video "In the End" versi Donald Trump dibawakan oleh Tommee Profitt berkolaborasi dengan Fleurie dan Jung Youth. 

Sebelum Linkin Park, band legendaris The Rolling Stones juga pernah mengancam akan menuntut Donald Trump atas penggunaan lagu mereka dalam kampanye pilpres.

Dalam video kampanye yang diunggah di Twitter pada Sabtu (18/7/2020) lalu, tim Donald Trump menggunakan lagu hit Linkin Park bertajuk "In the End".

Mengutip Rolling Stone, video itu diunggah oleh Direktur Media Sosial Gedung Putih, Dan Scavino dan di-retweet oleh Donald Trump.

Kini, akun Dan Scavino telah dinonaktifkan setelah adanya laporan dari pemilik hak cipta.

Dilaporkan Variety, Machine Shop Entertainment, perusahaan manajemen Linkin Park telah mengajukan pemberitahuan penghapusan ke Digital Millennium Copyright Act.

Penulis : Ade-Indra-Kusuma

Sumber : Kompas TV


TERBARU