> >

Bahlil: Ekonomi 2023 Gelap dan Penuh Jalan Berlubang, Perlu Sopir yang Sudah Teruji

Ekonomi dan bisnis | 13 Oktober 2022, 11:26 WIB
Ketua Satgas Percepatan Investasi sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Sumber: Instagram @bahlillahadalia)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, stabilitas politik merupakan salah satu faktor pendukung ekonomi pada tahun 2023. Lantaran tahun depan banyak diramalkan akan gelap karena ketidakpastian yang tinggi.

Ia pun menyinggung perlunya berhati-hati memilih "sopir" yang ahli mengemudikan "mobil" di tahun politik 2023. Bahlil mengibaratkan saat ini rakyat Indonesia berada di dalam sebuah mobil di depan persimpangan jalan dengan dua tikungan.

"Kembali, stabilitas politik. Hati-hati di 2023," kata Bahlil seperti dikutip dari Antara, Rabu (12/10/2022).

Baca Juga: Luhut: Ancaman Nuklir dari Perang Rusia-Ukraina Semakin Nyata

"Bapak ibu semua, kalau dulu ada sopir baru, mau naik mobil Innova, pergantian sopir jalannya mulus karena jalannya waktu itu juga mulus. Jadi penumpang aman. Tapi sekarang jalan berlubang karena kondisi gelap. Hati-hati kita mencari sopir yang baru belajar," ujarnya. 

Ia menyatakan, jika salah memilih sopir, bukan hanya si sopir yang masuk perangkap jalan persimpangan tetapi juga para penumpangnya. Bahlil yang memang pernah menjadi kondektur dan sopir angkot ini mengaku, akan lebih memilih sopir yang telah teruji ketimbang harus memilih sopir baru.

"Kita ini sebagai penumpang mobil akan terima nasib ketika sang sopir tidak ahli dalam membawa mobil itu. Jangan main-main. Kalau saya disuruh, dalam kondisi mobil tidak paten, jalan lagi rusak, sebagai mantan sopir angkot, daripada mencari sopir baru, mending sopir yang sudah teruji," tuturnya. 

Baca Juga: Dipasangkan Dengan Anies Jadi Cawapres di 2024, Ini Jawab Panglima Andika

Ia menjelaskan kondisi ekonomi gelap pada tahun 2023 sebagaimana diramalkan berbagai pihak disebabkan oleh serangkaian kondisi mulai dari perang dagang antara AS dan China, disusul kemudian dengan pandemi Covid-19 yang meski hingga kini belum juga reda sudah dihantam lagi dengan perang Rusia-Ukraina.

“Ini betul-betul meluluhlantakkan persoalan ekonomi global kita. Dalam bahasa saya, ini ekonomi gelap, ekonomi 2023 ini gelap,” ujar mantan Ketua HIPMI itu. 

Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Antara


TERBARU