> >

Produksi Migas Kian Menyusut, ASPERMIGAS: Investasi Migas Perlu Penawaran Menarik

Kompas bisnis | 7 Oktober 2020, 21:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Produksi minyak dan gas Indonesia terus menyusut.

Tidak hanya dibutuhkan kontrak kerja sama yang menarik, pembangunan infrastruktur eksplorasi migas pun perlu ditingkatkan guna menggaet investor.

Mempertebal ketahanan energi bukan lagi sebuah opsi.

Neraca perdagangan minyak dan gas Indonesia masih tercatat defisit. Belum lagi produksi migas terus menyusut.

Selain mengembangkan bauran energi, dalam jangka panjang pemerintah akan melakukan kegiatan eksplorasi lebih masif.

Asosiasi Perusahaan Minyak dan Migas, ASPERMIGAS melihat potensi eksploarsi migas masih terbuka lebar.

Ada lebih dari 70 basin di Indonesia yang belum di eksplorasi.

Meski demikian, perlu kontrak kerja sama yang menarik, mengingat investor yang kian selektif.

Jika tidak ditemukan cadangan minyak baru, Kementerian ESDM mencatat umur cadangan minyak bumi hanya mampu bertahan 9 tahun, yakni sebesar 3,77 Miliar barrel.

Umur cadangan gas bumi lebih lama, yakni 22 tahun sebesar lebih dari 77 triliun kaki kubik.

Penulis : Dea-Davina

Sumber : Kompas TV


TERBARU