Back
KOMENTAR
TOTAL KOMENTAR : 25

Cara Menyampaikan Ketidakpuasan Pemilu - Sapa Indonesia Malam


Ancaman makar & hoaks muncul pasca-Pemilu 2019. Menurutmu, bagaimana cara menyampaikan ketidakpuasan hasil pemilu yang konstitusional?
AL G
Saya bukan orang politik, dan saya juga tidak berpendidikan tinggi, namun saya jg rakyat dan bisa menilai bahwa ktika ada kata2 "soal penggal kepala jokowi" apakh itu patut dicontoh oleh publik?
Kamis, 4 Juni 2020
ageng grissa
Jalan keluarnya adalah negara harus berani harus berani bersikap berani berkorban untuk pendanaan pemilu ulang,demi damai nya negri ini. Pak Jokowi jg sy harap bersikap negarawannya atas ini semua.
Kamis, 4 Juni 2020
Purnama Manalu
Kalau sudah kalah berjiwa besar aja jgn suka cari kesalahan rakyatkan sudah pintar
Kamis, 4 Juni 2020
Geroz Strife
Caranya lewat MK ud dikasi tahu juga.. bawa bukti nya smua
Kamis, 4 Juni 2020
Fhe Mouz
Kamis, 4 Juni 2020
Indra Cryo
IKUTIN MEKANISME YG ADA DAN PROSEDUR HUKUM YG BERLAKU.
Kamis, 4 Juni 2020
Ghalinks 'Zandoz
Belajar dari sebuah pengalaman n pengalaman, krdepan menurutku KPU hrs punya inventarisasi CCTV , tiap tiap TPS ada 6 , CCTV di dalam ruangan TPS ada 4 n diluar ad 1 atau 2 CCTV. Dengan demikian sega
Kamis, 4 Juni 2020
Aries Suparmadi
Sebaiknya bagi capres dan team nya duduk bersama semua yg memiliki bukti kecurangan dibeberkan dan live seluruh stasiun TV agar rakyat tau mana yg benar jgn bilang curang 2 jika tdk punya bukti jgn m
Kamis, 4 Juni 2020
Yono Ismail
Pemerintah ketakutan
Kamis, 4 Juni 2020
Angling Darma
klau curang pemilunya di ulang dan semua panitia penyelenggara di ganti bereskn.
Kamis, 4 Juni 2020
Sabirin
Seharusnya mengikuti saluran-saluran yang telah diatur oleh undang-undang seperti ke BAWASLU,DKPP,dan terakhir ke Mahkamah Konstitusi.Bukan berteriak di jalanan jadi kesannya liar.
Kamis, 4 Juni 2020
agus setiawan
seluruh pihak, terutama para elite politik, harus selalu mengedepankan etika serta prinsip-prinsip negara hukum dalam merespons situasi pasca-pemilu ini.
Kamis, 4 Juni 2020
Bang Jamz
Apa pun hasil nya siapa pun presiden nya kita terima saja dengan ikhlas.
Kamis, 4 Juni 2020
Zulkifli Nasution
Sampaikan ketidakpuasan hasil pemilu kepada Bawaslu, lembaga resmi pengawas pemilu.
Kamis, 4 Juni 2020
Ary Baijuri
Tidak ada makar itu hanya reaksi ketidak puasan terhadap penyelenggara pemilu....makar itu dibuat karna alasan utk mengelak dr kecurangan dan ketidak adilan....semoga allah yg menghisap nya
Kamis, 4 Juni 2020
David Tjandra
Melaui MK, kl ga percaya MK ya ke makamah internasional.
Kamis, 4 Juni 2020
Tito Torres
Caranya sangat mudah gaes: Ketik REGCURHATDONGMAH kirim ke nomor tetangga. Ayo buruan daftar, banyak hadiah menantimu, diantaranya paket takjil komplit level 21.
Kamis, 4 Juni 2020
El Islah
rakyat indonesia lbih dr 200jt jiwa....klo seumpama peaplepower cuma 1jt orang tujuan unt makar anarkis n rusuh mending dlibas sja
Kamis, 4 Juni 2020
Aqila Niam Faza
Sebaiknya jika ketidakpuasan hasil pemilu 2019 lebih baik di cari keakuratan informasinya dulu karena kita serahkan semua ke KPU karena luber dan jurdil jadi pasti keakuratan hasilnya..
Kamis, 4 Juni 2020
Alank Noor
Berikan bukti pd MK,dan MK selidiki dgn sebenar2x.jurdil
Kamis, 4 Juni 2020
Sahirun Rizky
Klo seandaimya pemilu tdk jujur & tdk transparan, ngapain harus ada PEMILU yg menghabislan dana spe triliunan.
Kamis, 4 Juni 2020
Iwan Kuang
jangan diambil pusing dgn berita2 tipuan dri pada pusing...urusin kerjaan untuk mendpatkan uang...NKRI HARGA MATI BETA NTT
Kamis, 4 Juni 2020
Rofi
Di tps belum selesai d hitung, malah quecun memenagkan 01 . pya 02 tdak bisa bertambah dari awal sampai akhir tetap 43%
Kamis, 4 Juni 2020
Adi Supri
Cukup perlihatkan emuah vidio kecurangan dari viio di TpS sampai kepada salah imput . Ke pda kedu paslonn. Dan mari liat ap pendapat mereka. Trutama calon wakil krn dia seorang ulama.. jika agamanya
Kamis, 4 Juni 2020
Benny Adibri Sining
keren bajunya, nggak kebayang pake baju gini selama 24 jam di kpps
Kamis, 4 Juni 2020


LOAD MORE
Silahkan login terlebih dahulu untuk ikut berpartisipasi dalam Interaktif TV untuk memberikan komentar, pertanyaan maupun vote.

SIGN IN




© 2019 KOMPASTV. A Subsidiary of KG Media.