Polri Minta Maaf, Ini Alasan Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi Dicabut
Setelah mendapat masukan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mencabut surat telegram yang larang media liput arogansi dan kekerasan polisi.
Kembali ke artikel...
andi wahyu
Rabu, 7 April 2021, 16:07 WIB
sudahlah aturan itu berlaku untuk insitusimu tidak berlaku untuk masyarakat, kami punya uu yg berlaku yg di sahkan dpr dan pres
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
cover
Rabu, 7 April 2021, 14:53 WIB
hilih bicit
Ward Usi ward
Rabu, 7 April 2021, 11:12 WIB
kalai internal dolarang membagikan kepublik trus nanti awak media dari mana memperoleh informasi, kalu terjadi arogansi dari pihak kepolisian
nasion uf
Rabu, 7 April 2021, 09:24 WIB
sudah salah tangkap, tidak minta maaf... tambah arogansi aparatnya...
leongs kings
Rabu, 7 April 2021, 08:56 WIB
jika aturan tsb diberlakukan maka yg ad polisi akan dianggap serigala berbulu domba oleh masyarakat. justru dgn transparan akan lebih mengangkat citra kepolisian jika tindakannya bijak. tentunya masyarakat akan memahami jika ad tindakan polisi yg adakalanya harus keras misal thdap teroris.
Odsky Tanjoeng
Rabu, 7 April 2021, 07:16 WIB
pala lu peang...hrus nya ya bgtu biar smua msyrakat tahu apa yg dperbuat polisi pda rakyat. yg tgas mngayomi bkn mnindas dgn kekerasan bro. aturan,2 di bbrapa polda dan polres sj berbeda trgantung yg memimpinnya. negara apa ini.
Uluh Himba
Rabu, 7 April 2021, 03:04 WIB
saya setuju dicabutnya telegram kapolri terutama yg menyangkut dilarangnya media menyiarkan ttg arogansi/kekerasan yg dilakukan polisi, tapi maksudnya kapolri berharap juga agar media menulis berita kasus dimaksud jangan berlebihan atau menghindari dramatisasi,gitu kira2 maksudnya.hehehe..
Injit injit Semut
Rabu, 7 April 2021, 01:13 WIB
terima kasih bapak polri telah mencabut....sekedar koreksi saja...pimpinan menerapkan contoh yg baik tapi ada anak buah bapak yg tidak baik bagaimana...dengan adanya medsos...atau publik dan masyarakat...polri akan lebih baik lagi..sukses sama pak polri
1-8 dari 8 komentar
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:17
KETUA DPP PDI-P AHMAD BASARAH MENYATAKAN PARTAINYA TOLAK WACANA MASA JABATAN PRESIDEN TIGA PERIODE   MENTERI BUMN ERICK THOHIR BERHARAP LAMPUNG JADI TUJUAN PARIWISATA NASIONAL   MENTERI BUMN ERICK THOHIR MENDAPAT GELAR ADAT KEHORMATAN DARI MARGA DANTARAN, LAMPUNG    MENSOS TRI RISMAHARINI TARGETKAN PEMBANGUNAN RUSUNAWA UNTUK PMKS DI KOTA BEKASI BISA SELESAI AKHIR TAHUN INI   KEMENKES MINTA DINKES KABUPATEN/KOTA DI WILAYAH BANDUNG RAYA DAN BODETABEK GENCARKAN VAKSINASI COVID-19    HINGGA SAAT INI BARU 11,4 PERSEN WARGA BRASIL YANG TELAH MENJALANI VAKSINASI COVID-19 SECARA PENUH   PRESIDEN BRASIL JAIR BOLSONARO DIDEMO SETELAH KASUS KEMATIAN PASIEN COVID-19 TEMBUS 500.000 JIWA    SATGAS: DALAM SEHARI, 13 WARGA KABUPATEN INDRAMAYU, JABAR, YANG TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 MENINGGAL DUNIA   KAPOLDA METRO JAYA PERINTAHKAN JAJARAN KAPOLSEK BATASI KEGIATAN MASYARAKAT DI ZONA ORANYE COVID-19   KAPOLDA METRO JAYA IRJEN FADIL IMRAN ANCAM BUBARKAN WARGA YANG BERKERUMUN DI ZONA ORANYE COVID-19 DKI JAKARTA   SATGAS: PENAMBAHAN KASUS AKTIF COVID-19 DI INDONESIA DALAM ENAM HARI TERAKHIR MENCAPAI 22.350    PRESIDEN JOKOWI IMBAU MASYARAKAT TETAP PATUH PROTOKOL KESEHATAN AGAR PANDEMI COVID-19 SEGERA TERKENDALI   PRESIDEN JOKOWI BERHARAP “HERD IMMUNITY” DI INDONESIA DAPAT SEGERA TERBENTUK   HINGGA SAAT INI, INDONESIA TELAH MENERIMA SEBANYAK 104.728.400 DOSIS VAKSIN DARI SINOVAC, ASTRAZENECA, DAN SINOPHARM