Kompas TV bisnis kompas bisnis

Kontraksi Ekonomi Indonesia dari Tahun 2019-2020

Rabu, 5 Agustus 2020 | 19:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pelaku usaha mengingatkan pemerintah agar merancang stimulus pemulihan ekonomi yang tepat sasaran menjaga daya beli. Agar ekonomi kuartal tiga bisa tumbuh positif.

Sementara itu, Sesuai dengan perkiraan, ekonomi Indonesia sepanjang April hingga Juni, terkontraksi lebih dari 5 persen. 

Serupa dengan negara-negara lainnya, Indonesia mengalami masa-masa sulit menghadapi covid-19 yang ikut memukul ekonomi.

Baca Juga: Dampak Covid-19, Ekonomi RI Minus 5,32 Persen

Badan pusat statistik hari ini, mencatat ekonomi kuartal dua tahun ini, minus 5,32 persen, secara tahunan.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi normal di tahun-tahun sebelumnya, dimana pertumbuhan ekonomi kuartalan kita, dapat tumbuh 5 persen-an.

Namun, pelemahan ekonomi, sudah mulai kita rasakan sejak kuartal pertama, Januari hingga Maret, dimana covid sembilan belas, perlahan melumpuhkan aktivitas ekonomi.

Kita lihat lebih rinci dari sisi sektor usaha.

Kita ambil 3 penopang utama ekonomi Indonesia. Sektor industri, pertanian dan perdagangan.

Baca Juga: Apakah Indonesia Akan Alami Resesi? Ini Selengkapnya

Di kuartal dua, baik sektor industri dan perdagangan, sama-sama terkapar. Masing-masing, minus 6,19 dan 7,57 persen, secara tahunan.

Produksi pabrik-pabrik turun seiring dengan lesunya permintaan dari dalam maupun luar negeri. 

Sebut saja, produksi mobil, tekstil dan pakaian. Sedangkan, perdagangan, terpukul oleh tutupnya sejumlah pusat perbelanjaan dan gerai ritel.

Nah, produk-produk pertanian masih bisa bertahan mencatatkan pertumbuhan meski melambat, yakni 2,19 persen.

Kontraksi terdalam dialami warga pulau Jawa, minus 6,69 persen. Ini berdampak signifikan, karena hampir 60 persen ekonomi kita tertumpu di pulau Jawa.

Baca Juga: Sektor Pertanian Justru Tumbuh 2,19% di Tengah Pandemi, Ini Sebabnya

 

Penulis : Merlion Gusti


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:00
BUPATI MANGGARAI TIMUR POSITIF COVID-19 TANPA GEJALA DAN TENGAH JALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH DINAS   PB IDI JUGA MINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN COVID-19 SECARA BERKALA   KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, PB IDI MEMINTA PEMERINTAH MENAMBAH JUMLAH TENAGA KESEHATAN   HINGGA SAAT INI, PALANG MERAH INDONESIA PUNYA 64 ALAT UNTUK AMBIL DONOR PLASMA KONVALESEN BAGI PENYINTAS COVID-19   MENKEU SRI MULYANI MEMPERINGATKAN MASALAH DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19 BISA JADI KRISIS MORAL DUNIA   SATGAS COVID-19: KASUS MINGGUAN DI INDONESIA PADA 11-17 JANUARI 2021 MENCAPAI PUNCAK TERTINGGI SELAMA PANDEMI   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO SEBUT VAKSINASI MANDIRI HARUS GUNAKAN VAKSIN YANG MEMILIKI IZIN BPOM   JUBIR SATGAS COVID-19 WIKU ADISASMITO: HINGGA SAAT INI RENCANA VAKSINASI MANDIRI MASIH DALAM TAHAP PEMBAHASAN   JELANG “FIT & PROPER TEST”, CALON KAPOLRI KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SERAHKAN NASKAH MATERI KE KOMISI III DPR   BAWASLU: ADA 917 PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA SELAMA PELAKSANAAN PILKADA SERENTAK 2020   KEMENKES: SAAT INI SUDAH ADA DUA RUMAH SAKIT DAN KRI DR SOEHARSO YANG BEROPERASI DI MAMUJU, SULBAR   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM DVI POLRI TELAH MENGIDENTIFIKASI 40 JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182   BASARNAS: HINGGA 19 JANUARI 2021, KORBAN MENINGGAL GEMPA SULBAR BERTAMBAH MENJADI 90 ORANG   HINGGA 19 JANUARI 2021, TIM SAR MELAKUKAN PENCARIAN TERHADAP 20 SEKTOR DI 4 KELURAHAN TERDAMPAK GEMPA SULBAR