Kompas TV TALKSHOW dua arah

Setelah Djoko Tjandra, Siapa Lagi? - DUA ARAH (Bag4)

Selasa, 4 Agustus 2020 | 18:13 WIB

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra. Terpidana kasus korupsi ini ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia. Djoko Tjandra berhasil ditangkap setelah kurang lebih 11 tahun berada dalam pelarian.

Penangkapan Djoko Tjandra ini mendapat apresiasi banyak pihak. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti keseriusan Polri memburu Tjoko Tjandra juga mengusut keterlibatan sejumlah aparatnya dalam pelarian pria yang kerap disebut Joker ini. 

Penangkapan Djoko Tjandra memiliki nilai strategis. Karena, penangkapan ini tak hanya akan menuntaskan perkara pidana Djoko Tjandra, namun, juga menjadi pintu masuk untuk menyelidiki dan mengusut kasus lain, seperti kasus pemalsuan surat jalan dan red notice.

Meski berhasil menangkap Djoko Tjandra, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polri dan institusi penegak hukum lain. Indonesia Corruption Watch ( ICW) menyebut, setidaknya masih ada 39 buronan kasus korupsi yang belum dapat ditangkap.

Perburuan para buronan kasus korupsi harus menjadi fokus pemerintah. Hal itu dilakukan guna penegakan hukum dan menimbulkan efek jera. Selain itu juga untuk mengembalikan uang negara. Pasalnya, jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh para buronan tersebut terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 53 triliun.

Pelarian Djoko Tjandra juga dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM dan Badan Intelejen Negara. Sebab, jika tidak ada evaluasi mendalam, tak menutup kemungkinan kasus serupa akan terulang.

Apa saja yang bisa dilakukan polisi dan aparat penegak hukum lain pasca penangkapan Djoko Tjandra? Selain mengusut pelarian Djoko Tjandra, kasus apa saja yang bisa dibongkar usai penangkapan tersebut? Siapa lagi buronan kasus korupsi yang masih harus dikejar? 

#DuaArah #DjokoTjandra #PenangkapanDjokoTjandra

Penulis : Novian Zainul Arifin

Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:39
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19