Kompas TV TALKSHOW dua arah

Setelah Djoko Tjandra, Siapa Lagi? - DUA ARAH (Bag1)

Selasa, 4 Agustus 2020 | 18:10 WIB

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menangkap buronan kelas kakap Djoko Tjandra. Terpidana kasus korupsi ini ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia. Djoko Tjandra berhasil ditangkap setelah kurang lebih 11 tahun berada dalam pelarian.

Penangkapan Djoko Tjandra ini mendapat apresiasi banyak pihak. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti keseriusan Polri memburu Tjoko Tjandra juga mengusut keterlibatan sejumlah aparatnya dalam pelarian pria yang kerap disebut Joker ini. 

Penangkapan Djoko Tjandra memiliki nilai strategis. Karena, penangkapan ini tak hanya akan menuntaskan perkara pidana Djoko Tjandra, namun, juga menjadi pintu masuk untuk menyelidiki dan mengusut kasus lain, seperti kasus pemalsuan surat jalan dan red notice.

Meski berhasil menangkap Djoko Tjandra, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polri dan institusi penegak hukum lain. Indonesia Corruption Watch ( ICW) menyebut, setidaknya masih ada 39 buronan kasus korupsi yang belum dapat ditangkap.

Perburuan para buronan kasus korupsi harus menjadi fokus pemerintah. Hal itu dilakukan guna penegakan hukum dan menimbulkan efek jera. Selain itu juga untuk mengembalikan uang negara. Pasalnya, jumlah kerugian negara yang diakibatkan oleh para buronan tersebut terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 53 triliun.

Pelarian Djoko Tjandra juga dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mengevaluasi kinerja Kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM dan Badan Intelejen Negara. Sebab, jika tidak ada evaluasi mendalam, tak menutup kemungkinan kasus serupa akan terulang.

Apa saja yang bisa dilakukan polisi dan aparat penegak hukum lain pasca penangkapan Djoko Tjandra? Selain mengusut pelarian Djoko Tjandra, kasus apa saja yang bisa dibongkar usai penangkapan tersebut? Siapa lagi buronan kasus korupsi yang masih harus dikejar? 

#DuaArah #DjokoTjandra #PenangkapanDjokoTjandra 

Penulis : Novian Zainul Arifin





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:06
KALAHKAN UKRAINA DI SEMIFINAL PIALA DUNIA PANAHAN, TIM PANAHAN INDONESIA REBUT SATU TIKET KE OLIMPIADE TOKYO 2020   SEBANYAK 400 JADWAL PENERBANGAN DI BANDARA BAO’AN, SHENZHEN, TIONGKOK, DIBATALKAN AKIBAT KASUS COVID-19 BARU   LONGSOR TERJADI DI KECAMATAN SENDANG, TULUNGAGUNG, 171 HEKTAR LAHAN PERTANIAN DAN 2 JARINGAN IRIGASI RUSAK   BMKG PREDIKSI WILAYAH DKI JAKARTA DIGUYUR HUJAN LEBAT DISERTAI KILAT DI SIANG HARI   DISHUB DKI HENTIKAN SEMENTARA UJI COBA LINTASAN “ROAD BIKE” DI JALAN LAYANG NON-TOL KAMPUNG MELAYU-TANAH ABANG   SATPOL PP DKI TUTUP DUA RESTORAN DAN TIGA KEDAI KOPI DI JAKARTA PUSAT KARENA LANGGAR PPKM MIKRO   POLDA LAMPUNG TANGKAP 140 ORANG TERKAIT DUGAAN TINDAK PREMANISME DAN PUNGUTAN LIAR   POLDA SUMSEL DAN BEA CUKAI PALEMBANG GAGALKAN PENYELUNDUPAN EKSPOR BENUR ILEGAL KE MALAYSIA   POLDA SUMATERA UTARA BENTUK TIM GABUNGAN GUNA USUT TUNTAS KASUS MENINGGALNYA JURNALIS MARA SALEM   KAPOLDA SUMUT IRJEN PANCA PUTRA SIMANJUNTAK SAMPAIKAN DUKA CITA ATAS MENINGGALNYA JURNALIS MARA SALEM   KETUA DPRD TOLIKARA SONNY WANIMBO BANTAH TERLIBAT PENDANAAN JUAL BELI SENJATA KELOMPOK TERORIS DI PAPUA   KETUA DPD LA NYALLA MATTALITTI MINTA POLRI USUT TUNTAS KASUS PENEMBAKAN JURNALIS MARA SALEM   PT KAI COMMUTER SEBUT MULAI BESOK SENIN, 21 JUNI 2021, PENUMPANG KRL JABODETABEK AKAN DITES COVID-19 SECARA ACAK   KOMISI II DPR MINTA SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X KOORDINASI KE PEMERINTAH PUSAT SOAL “LOCKDOWN” YOGYAKARTA