Kompas TV internasional kompas dunia

Ini Negara-negara Asia Tenggara yang Lakukan "Lockdown" Lagi!

Selasa, 4 Agustus 2020 | 15:19 WIB

KOMPAS.TV - Sejumlah negara di Asia Tenggara kembali melakukan lockdown, atau karantina wilayah.

Karantina wilayah dilakukan selama dua pekan, karena tambahan kasus Covid-19 yang meningkat pesat.

Mulai hari ini, Selasa, Filipina kembali melakukan lockdown, atau karantina wilayah.

Presiden Rodrigo Duterte melakukan lockdown yang kedua kalinya, setelah 80 asosiasi medis yang mewakili puluhan ribu dokter, Sabtu lalu, meminta Duterte memperketat pembatasan di rumah sakit.

Sejumlah rumah sakit kini tak mampu lagi menampung pasien.

Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque mengatakan, lockdown lebih ketat diterapkan termasuk pelarangan operasional transportasi umum massal.

Masyarakat juga tak keberatan, lockdown kembali dilakukan pemerintah.

Karena paham kerja berat yang dilakukan tenaga medis, mengatasi Covid-19.

Sejumlah pos pemeriksaan polisi dibuat, untuk memastikan hanya orang yang berwenang, termasuk tenaga medis dan pekerja di perusahaan vital, yang bisa keluar dari rumah.

Bisnis lain yang sebelumnya diizinkan dibuka, ditutup kembali.

Lockdown  dilakukan selama dua minggu, hingga 18 Agustus.

Tak cuma Filipina, pemerintah Vietnam juga melakukan lockdown, selama dua pekan.

Usai kembali merebaknya kasus Covid-19 yang bermula di Kota Da Nang.

Di Vietnam, sejak pekan lalu telah ada 205 orang yang terpapar di Klaster Da Nang.

Termasuk temuan dua kasus yang dikonfirmasi di Hanoi.

Di Kota Melbourne, negara bagian Victoria, Australia, pemerintah setempat melakukan pembatasan aktivitas sosial, dengan memberlakukan jam malam.

Jam malam berlaku sejak pukul 8 malam hingga jam 5 pagi.

Penduduk hanya boleh berbelanja dan berolahraga dalam jarak lima kilometer dari rumah mereka.

Senin kemarin, negara bagian victoria mengumumkan 429 kasus baru dan 13 kematian dalam sehari.

Penulis : Aleksandra Nugroho


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:49
TNI AU BERANGKATKAN 7 PESAWAT BANTU KORBAN GEMPA DI MAJENE, SULBAR, DAN BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MINTA DISTRIBUSI LOGISTIK KORBAN GEMPA DIKAWAL KETAT   KADIV HUMAS POLRI MENGATAKAN KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA DUKUNGAN DAN WEJANGAN KEPADA SEJUMLAH MANTAN KAPOLRI   KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SAMBANGI SEJUMLAH MANTAN KAPOLRI   BNPB SEBUT JALUR DARAT YANG MENGHUBUNGKAN KABUPATEN MAJENE DAN KABUPATEN MAMUJU, SULBAR, SUDAH KEMBALI PULIH    TIM DVI RS POLRI SERAHKAN DELAPAN JENAZAH KORBAN JATUHNYA PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ182 KEPADA KELUARGA   BASARNAS: KORBAN JIWA GEMPA SULBAR JADI 49 ORANG PADA SABTU, 16 JANUARI 2021   KEPALA KANTOR SAR BANDUNG MENGATAKAN 12 KORBAN LONGSOR DI CIHANJUANG, SUMEDANG, MASIH DALAM PROSES PENCARIAN   KEPALA KANTOR SAR BANDUNG SEBUT KORBAN MENINGGAL AKIBAT LONGSOR DI SUMEDANG BERTAMBAH MENJADI 28 ORANG   BNPB MINTA WARGA WASPADAI LAHAR HUJAN PASCA-LETUSAN GUNUNG SEMERU    TIM DVI POLRI KUMPULKAN 351 SAMPEL DNA KELUARGA DAN KORBAN SRIWIJAYA AIR SJ182 HINGGA SABTU, 16 JANUARI    HINGGA SABTU, 16 JANUARI 2021, BASARNAS SERAHKAN 298 KANTONG BERISI BAGIAN TUBUH KORBAN SRIWIJAYA AIR KE DVI POLRI    KAPOLSEK PACET: PENYEBAB ROBOHNYA BANGUNAN PONDOK PESANTREN AL MADAROH MASIH DIDALAMI   KAPOLSEK PACET SEBUT 8 SANTRI MASIH TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN PONDOK PESANTREN AL MADAROH