Kompas TV nasional berita kompas tv

Sapi Qurban Mengamuk, Seruduk Warga saat Akan Disembelih!

Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:35 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.TV - Sejumlah ibu-ibu di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diseruduk sapi yang mengamuk saat akan disembelih.

Sapi yang mengamuk dan lepas nyaris menyeruduk warga yang menyaksikan proses penyembelihan.

Baca Juga: Sapi Qurban Ngamuk, 4 Sepeda Motor Rusak Berat karena Terinjak!

Sapi yang hendak dikurbankan ini mengamuk dan mencoba kabur.

Warga yang mencoba menenangkan sapi ini kewalahan dan tak mampu menahan tarikan sapi.

Baca Juga: Banyak Sapi Qurban Stress, Ada yang Terjun Ke Sungai Sampai Jeblos ke Sumur!

Sapi ini pun berhasil lepas dan kabur ke arah kerumuhan warga.

Beberapa ibu-ibu pun terseruduk dan mengalami luka di kaki.

 

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:56
PK TERHADAP PERKARA MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG DITOLAK, KPK: KAMI HORMATI PUTUSAN MA   MA TOLAK PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN KPK TERKAIT PUTUSAN MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG   KOORDINATOR MAKI BOYAMIN SAIMAN MENILAI BARESKRIM POLRI PERLU MEMERIKSA JAKSA PINANGKI TERKAIT DJOKO TJANDRA   KPAI SARANKAN KEMENDIKBUD GRATISKAN INTERNET SISWA DARI DANA PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)   SOAL KLAIM HADI PRANOTO, KEMENKES: OBAT HARUS LOLOS UJI ILMIAH   KAROPENMAS SEBUT BARESKRIM PANGGIL PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA KOLOPAKING SELASA, 4 AGUSTUS 2020   BUPATI BOGOR MINTA PENAMPUNGAN MIGRAN DIPINDAH DARI PUNCAK BOGOR   KEMENKES MINTA MASYARAKAT TIDAK MUDAH PERCAYA KLAIM HADI PRANOTO   TANGGAPI HADI PRANOTO, KEMENKES TEGASKAN PRODUKSI OBAT TIDAK SEMBARANGAN    GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOTO AKAN POTONG GAJI ASN YANG LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI KANTOR   KEMENDIKBUD BERI BANTUAN DANA UANG KULIAH TUNGGAL KEPADA 419.605 MAHASISWA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA TEGASKAN PENENTUAN ZONA HIJAU BUKAN WEWENANG DAERAH   BAWASLU SEBUT PENYEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENYELENGGARA PILKADA BELUM 100 PERSEN    KEMENRISTEK TIDAK PERNAH MEMBERIKAN DUKUNGAN UJI KLINIS OBAT HERBAL PRODUKSI BIO NUSWA YANG DIAKUI HADI PRANOTO