Kompas TV klik360 cerita indonesia

Haji 2020, Tawaf di Masjidil Haram Terapkan Social Distancing

Kamis, 30 Juli 2020 | 13:35 WIB

KOMPASTV – Pelaksanaan Haji Tahun 2020 ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Karena pandemi corona yang masih berlangsung, Ibadah Haji tahun ini diberlakukan sejumlah pembatasan seperti jumlah peserta yang hanya sekitar 1.000 jemaah saja, selain itu protokol kesehatan juga diterapkan saat ibadah berlangsung.

Mengutip AP News, Rabu (29/7/2020), ratusan jemaah mulai melakukan tawaf di Masjidil Haram dengan tetap menjaga jarak fisik (social distancing) satu sama lain.

Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali, berlawanan dengan arah jarum jam.

Terlihat para jemaah berjalan mengikuti stiker atau tanda pembatas yang telah dipasang sebelumnnya.

Pemasangan tanda ini dilakukan untuk mempermudah para jemaah menjaga jarak fisik sesuai pedoman dalam mencegah potensi penyebaran virus corona ini.

Mayoritas jemaah perempuan terlihat mengenakan pakaian berwarna hitam dan melakukan tawaf pada jarak yang lebih dekat dengan Kabah.


Pengaturan keamanan juga dilakukan untuk menyelenggarakan ibadah haji tahun ini didasarkan pada berbagai aspek, mulai dari organisasi, keamanan, kemanusiaan, hingga layanan kesehatan.

Para jemaah yang dapat mengikuti ibadah haji tahun ini telah menjalani serangkaian pemeriksaan seperti suhu dan dikarantina saat tiba di Mekkah.

Para petugas kesehatan melakukan disinfeksi pada barang-barang mereka. Staf kesehatan dan keamanan juga melakukan disinfeksi dan membersihkan area sekitar Kabah.

Pihak yang berwenang sendiri menutup Kabah pada pelaksanaan haji tahun ini, sehingga jemaah tidak diizinkan untuk menyentuhnya. Pihak penyelenggara juga mendirikan pusat kesehatan khusus, klinik keliling, dan ambulans untuk merawat para jemaah haji yang membutuhkan.

Para peziarah diminta untuk menggunakan masker dan harus menjaga jarak fisik. Mereka juga diberi perlengkapan untuk menjalankan tahapan-tahapan ibadah haji, mulai dari kerikil yang sudah disterilkan untuk lempar jumrah, disinfektan, masker, sajadah hingga ihram.

Editor : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:37
ASOSIASI SEPAK BOLA EROPA (UEFA) DAN LIGA INGGRIS MENGALAMI PENURUNAN PENDAPATAN AKIBAT PANDEMI KORONA   KEMENTAN: SAGU PUNYA POTENSI UNTUK DITANAM HINGGA 5,5 JUTA HEKTAR GUNA PERKUAT KETAHANAN PANGAN NASIONAL   LELANG 7 SURAT UTANG NEGARA, PEMERINTAH KANTONGI RP 32,7 TRILIUN   MENPERIN: PENINGKATAN PENGOLAHAN SAGU NASIONAL MERUPAKAN SALAH SATU PROGRAM PRIORITAS PEMERINTAH   DUA BIOSKOP DI KOTA SEMARANG GELAR SIMULASI JELANG PEMBUKAAN KEMBALI OPERASIONAL PEKAN DEPAN   SATGAS COVID-19 IMBAU MASYARAKAT TAK GEGABAH JIKA INGIN BERLIBUR KE LUAR RUMAH SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER 2020    SATGAS COVID-19 TEGASKAN KASUS KORONA DAN PENULARANNYA DI INDONESIA MASIH TINGGI   HARI INI, PENDAKIAN GUNUNG GEDE PANGRANGO, JAWA BARAT, KEMBALI DIBUKA DENGAN KUOTA 300 PENDAKI PER HARI   SELIDIKI AMBRUKNYA ATAP LANTAI DUA GEDUNG IGD RSUD CIAMIS, POLISI AMBIL SAMPE DARI TKP UNTUK DIPERIKSA LEBIH LANJUT   DISHUB KOTA TANGERANG AKAN MENAMBAH 5,6 KILOMETER JALUR SEPEDA PADA 2021   WALI KOTA TANGERANG ARIEF WISMANSYAH: 94.000 UMKM DI KOTA TANGERANG TELAH TERDATA DALAM BANTUAN STIMULUS PEMERINTAH   MENKOP DAN UKM SEBUT PEMESANAN 27 JUTA MASKER BUATAN UMKM AKAN DIBAGIKAN KE 34 PROVINSI DI SELURUH INDONESIA   DORONG PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL, MENKOP DAN UKM PESAN 27 JUTA MASKER 3 LAPIS BUATAN UMKM SENILAI RP 150 MILIAR   KEMLU: INDONESIA HARAPKAN JEPANG DAPAT TANDATANGAN REGIONAL COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP (RCEP) TAHUN INI