Kompas TV nasional hukum

Novel Minta Jokowi Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Usut Otak Penyerangan Dirinya

Minggu, 26 Juli 2020 | 13:43 WIB
novel-minta-jokowi-bentuk-tim-gabungan-pencari-fakta-usut-otak-penyerangan-dirinya
Penyidik KPK, Novel Baswedan (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meminta Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta di bawah presiden untuk mengungkap otak pelaku sebenarnya dalam kasus penyerangan terhadap Novel.

Menurut Novel, tim itu perlu dibentuk untuk menghentikan para pelaku besar kasus tindak pidana korupsi yang menyerang penegak hukum.

"Pada saat awal serangan diri saya, presiden bilang perhatian, didorong diusut tuntas, 3 bulan kemudian saya umumkan ke publik proses ini akan ditutupi dan itu terkonfirmasi tenyata proses keadilan menutupi agar tidak diungkap pelakunya,” ujar Novel saat diwawancarai dalam siaran langsung bersama akun media sosial Instagram @sahabaticw, Minggu (26/7/2020).

Baca Juga: Novel: Selamat Pak Jokowi, Anda Berhasil Buat Pelaku Kejahatan Tetap Bersembunyi

Novel meyakini penyerangan terhadap dirinya pada 2017 lalu dilakukan secara terstruktur dan sistematis oleh sejumlah terduga pelaku kasus korupsi yang perkaranya ia tangani.

Menurut Novel, usulan pembentukan tim gabungan pencari fakta itu pernah juga ia utarakan sekitar 3 bulan setelah penyerangan terjadi berdasarkan masukan sejumlah petinggi Polri.

“Saat 3 bulan 4 bulan setelah kejadian saya bilang perlu tim pencari fakta d bawah presiden, itu masukan petinggi Polri bukan mau saya sendiri,” kata Novel.

Penulis : Idham Saputra


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:24
PM BORIS JOHNSON: VARIAN BARU COVID-19 DARI INGGRIS BERPOTENSI LEBIH MEMATIKAN   PEMKAB SLEMAN PULANGKAN PENGUNGSI AKIBAT AKTIVITAS GUNUNG MERAPI PADA 26 JANUARI 2021   POLDA ACEH SEBUT 5 TERDUGA TERORIS MASIH JALANI PEMERIKSAAN SEBELUM DIBAWA KE MABES POLRI   DENSUS 88 SITA BUKU KAJIAN ISIS DAN DOKUMEN BERISI ANCAMAN TARGET TEROR DARI PENANGKAPAN 5 TERDUGA TERORIS DI ACEH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT ASN YANG TERBUKTI MENJADI TERORIS AKAN DIPECAT   POLDA METRO JAYA TARGETKAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK TERPASANG PADA 2021   KPAI MENILAI KEGIATAN BELAJAR JARAK JAUH MENCIPTAKAN KESENJANGAN ANTARMURID UNTUK DAPAT MENGAKSES PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT PANDJAITAN JADI KANDIDAT TUNGGAL KETUM PB PASI 2021-2025   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADAI POTENSI CUACA EKSTREM HINGGA FEBRUARI 2021   DRAF UU PEMILU MENGATUR LARANGAN BAGI MANTAN ANGGOTA HTI MENJADI CALON PESERTA DI PILKADA, PILEG, DAN PILPRES    DRAF UU PEMILU MENGATUR PILKADA 2022 BISA DITUNDA JIKA TERJADI BENCANA ALAM DAN NONALAM   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT WHO KEMBALI MENEGASKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER CEGAH PENULARAN COVID-19   WAKETUM PAN YANDRI SUSANTO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DAN JALANI ISOLASI MANDIRI   KETUA RISET UJI KLINIS VAKSIN MENGATAKAN 7 DARI 1.820 PESERTA UJI KLINIS POSITIF COVID-19