Kompas TV TALKSHOW rosi

Pencalonan Gibran Dibandingkan dengan Orba, Ini Jawaban Ketum Projo - ROSI

Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawalkot Solo disbanding-bandingkan dengan era orde baru.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Projo, Budi Arie menjelaskan era orde baru dan sekarang adalah dua hal yang berbeda.

Siti Hardiyanti Rukmana diangkat menjadi menteri, secara langsung dilakukan oleh bapaknya sendiri, Presiden Soeharto.

Sedangakan Gibran tidak diangkat oleh Presiden Joko Widodo secara langsung, melainkan ia dipilih oleh rakyat. Sehingga tidak bisa semata-mata masyarakat membandingkan pencalonan Gibran dengan era orde baru.

Sebab sebelumnya, banyak pihak yang mengatakan butuh waktu 25 tahun untuk Presiden Soeharto mengangkat anaknya, Siti Hardiyanti Rukmana untuk menjadi Menteri Sosial. Tetapi bagi Presiden Joko Widodo hanya butuh waktu 5 tahun untuk mengangkat Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu Calon Wali Kota Solo.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Budi Arie Setiadi (Ketua Umum Projo), Donal Fariz (Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW), Hurriyah (Wakil Direktur Puskapol UI), Sri Hastjarjo (Dosen FISIP Universitas Sebelas Maret), dan Andi Ali Armunanto (Dosen Ilmu Politik Unhas) dalam Talkshow ROSI episode Politik Dinasti, Dari Orba Hingga Jokowi. Tayang 23 Juli 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:27
SEBANYAK 11 PRAJURIT TNI KODIM 1603 SIKKA, NTT, TERKONFIRMASI POSITIF KORONA SETELAH PULANG PENDIDIKAN DARI BALI   BAPPENDA NTB: DALAM SEPEKAN, TERKUMPUL RP 42,16 JUTA DARI DENDA WARGA DAN ASN YANG TAK MENGGUNAKAN MASKER   PEMKAB SLEMAN, YOGYAKARTA, SIAPKAN RUSUNAWA GEMAWANG UNTUK ISOLASI PASIEN KORONA ASIMTOMATIK    SRI SULTAN HB X MINTA KABUPATEN/KOTA DI DIY TERAPKAN SANKSI SECARA KONSISTEN BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN   BUPATI BERAU, KALTIM, H MUHARRAM, MENINGGAL DUNIA SETELAH 13 HARI DIRAWAT KARENA POSITIF KORONA   DINKES SEBUT KASUS COVID-19 DI KARAWANG, JAWA BARAT, DIDOMINASI OLEH KLASTER INDUSTRI   WALI KOTA TANGERANG ARIEF WISMANSYAH: TEMPAT TIDUR RS RUJUKAN KORONA DI KOTA TANGERANG SUDAH TERISI LEBIH DARI 73%   PEMPROV BANTEN BERENCANA SIAPKAN 5 HEKTAR LAHAN MAKAM KHUSUS BAGI PASIEN KORONA YANG MENINGGAL   POLRI: 8 HARI OPERASI YUSTISI, DENDA YANG TERKUMPUL DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN MENCAPAI RP 924,17 JUTA   SATGAS COVID-19 MINTA SETIAP PERUSAHAAN RUTIN TES USAP KE KARYAWAN GUNA TEKAN ANGKA PENULARAN KLASTER PERKANTORAN   PP MUHAMMADIYAH MINTA ELITE PARPOL TAK MANFAATKAN PANDEMI KORONA SEBAGAI KOMODITAS POLITIK KEKUASAAN   BAWASLU: 50 KABUPATEN/KOTA PENYELENGGARA PILKADA MASUK KATEGORI RAWAN TINGGI DALAM ASPEK PANDEMI KORONA    BAWASLU MINTA SEMUA PIHAK BERKOMITMEN MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN PADA SETIAP TAHAPAN PILKADA 2020   BAWASLU MINTA PIMPINAN PARPOL IKUT CEGAH KERUMUNAN MASSA PADA RANGKAIAN PILKADA 2020