Kompas TV TALKSHOW rosi

Pencalonan Gibran Dianggap Tidak Adil, Siapa yang Salah? - ROSI

Sabtu, 25 Juli 2020 | 18:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz menganggap pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo merupakan pertarungan yang tidak adil.

Menurut Donal Presiden Joko Widodo adalah faktor utama yang membuat partai-partai akhirnya bersatu memilih Gibran sebagai Calon Wali Kota Solo. Tak hanya itu, satu hal yang disoroti Donal adalah tidak dibangunnya sistem demokrasi dalam pemilihan kandidat di partai politik.

Ia merasa heran dengan Gibran yang baru 10 bulan menjadi anggota partai dan bisa langsung diusung oleh partainya menjadi Cawalkot menggantikan Ahmad Purnomo (cek namanya). Sebab menurut Koor. Divisi Korupsi Politik ICW ini, demokrasi tidak melulu soal membebaskan pilihan masyarakat, namun juga harus dilihat dalam proses pemilihan dari lingkup terkecilnya, yaitu partai politik.

Tidak sependapat dengan Donal Fariz, Ketua Umum Projo, Budi Arie melihat bahwa majunya Gibran adalah sebuah momentum kerinduan terhadap pemimpin muda di Kota Solo. Budi Arie yakin Gibran dapat memimpin Solo 10 tahun kedepan dengan lebih baik. Maka dari itu, Budi Arie berharap masyarakat harus optimis dalam demokrasi ini.

Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Budi Arie Setiadi (Ketua Umum Projo), Donal Fariz (Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW), Hurriyah (Wakil Direktur Puskapol UI), Sri Hastjarjo (Dosen FISIP Universitas Sebelas Maret), dan Andi Ali Armunanto (Dosen Ilmu Politik Unhas) dalam Talkshow ROSI episode Politik Dinasti, Dari Orba Hingga Jokowi. Tayang 23 Juli 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.

Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow

Penulis : Reny Mardika




BERITA LAINNYA


Kesehatan

Ini Kesaksian Penyintas Corona B117

Sabtu, 6 Maret 2021 | 02:44 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:09
KBRI YANGON SIAGA II SEIRING MENINGKATNYA AKSI KEKERASAN DI MYANMAR   LEBIH DARI 18.000 GEMPA BUMI TELAH MENGGUNCANG DI WILAYAH BARAT DAYA ISLANDIA DALAM SEPEKAN TERAKHIR   ARAB SAUDI HANCURKAN "DRONE" BERSENJATA KIRIMAN PEMBERONTAK HOUTHI   SEBANYAK 900 PEDAGANG DARI 5 PASAR TRADISIONAL DI MAGELANG SIAP DIVKASIN   PEDAGANG PASAR INDUK KRAMATJATI, JAKTIM, TUNGGU KEPASTIAN JADWAL VAKSINASI COVID-19   KPK PERPANJANG MASA PENAHANAN MANTAN MENSOS JULIARI BATUBARA   WAGUB RIAU EDY NATAR NASUTION SEBUT KEBAKARAN HUTAN DIDUGA ULAH BANDAR NARKOBA   WALI KOTA SOLO GIBRAN RAKABUMING RAKA MINTA ORANGTUA KAWAL ANAK SAAT SEKOLAH DIBUKA KEMBALI JULI 2021   WALI KOTA TANGERANG ARIEF R WISMANSYAH BELUM YAKIN WILAYAHNYA DAPAT MENGGELAR PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA JULI 2021   KEMENKES TELAH MELAKUKAN "TRACING" KONTAK ERAT PASIEN KORONA B117 DI BREBES, JATENG   DINSOS DKI: BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST) UNTUK WARGA TERDAMPAK COVID-19 CAIR PADA MINGGU KEDUA MARET 2021   MENTERI BUMN ERICK THOHIR AKAN LAKUKAN SWASTANISASI BUMN YANG PENDAPATANNYA DI BAWAH RP 50 M   POLDA RIAU TANGKAP 5 PELAKU PENYELUNDUPAN 40 KG SABU DAN 50.000 PIL EKSTASI DARI MALAYSIA   SBY SEBUT MOELDOKO TEGA DAN BERDARAH DINGIN MELAKUKAN KUDETA TERHADAP PARTAI DEMOKRAT