Kompas TV nasional peristiwa

Jika Sudah Penuhi Syarat WHO, Wapres Sebut Perkuliahan Tatap Muka Bisa Dilaksanakan di Kampus

Selasa, 21 Juli 2020 | 15:29 WIB
jika-sudah-penuhi-syarat-who-wapres-sebut-perkuliahan-tatap-muka-bisa-dilaksanakan-di-kampus
Wakil Presiden KH Maruf Amin memberikan perhatiannya ke lembaga pendidikan Islam dan sekolah keagamaan lain di masa pandemi (Gambar Ilustrasi) (Sumber: Dok. Wapres RI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pembelajaran di perguruan tinggi baru bisa dilaksanakan tatap muka apabila wilayah kampus memenuhi persyaratan yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Baca Juga: Wapres: Pesantren Bisa Jadi Klaster Baru Jika Tidak Disiapkan

"Proses perkuliahan secara tatap muka baru dapat dilakukan bila wilayah kampus dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan WHO," ujar Ma'ruf saat sambutan di acara Dies Natalis ke-7 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) secara daring, Selasa (21/7/2020), seperti dilansir Kompas.com

Hingga saat ini, pembelajaran tatap muka, baik di sekolah maupun perguruan tinggi belum dilaksanakan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. 

Ma`ruf mengatakan, persyaratan pertama adalah penularan virus di wilayah kampus tersebut sudah terkendali. 
Hal itu harus ditunjukan dengan rasio penyebaran Ro dalam satu wilayah di bawah 1 selama dua minggu berturut-turut. 

Persyaratan kedua, di wilayah tersebut tersedia layanan dan sistem kesehatan untuk menangani kasus Covid-19. 

"Persyaratan ketiga, wilayah tersebut memiliki kemampuan dalam melakukan pelacakan yang ditandai dengan kecukupan jumlah pelaksanaan testing," ujar Ma'ruf. 

Penulis : Deni Muliya


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:25
PERTAMINA PASTIKAN STOK BBM DAN ELPIJI DI MAMUJU DAN MAJENE AMAN, MASYARAKAT DIHARAP TETAP TENANG   BNPB: GUNUNG SEMERU KEMBALI KELUARKAN AWAN PANAS GUGURAN SEJAUH 4,5 KILOMETER   TIONGKOK BANGUN RUMAH SAKIT DENGAN KAPASITAS 1.500 KAMAR UNTUK PASIEN COVID-19 DALAM WAKTU HANYA LIMA HARI   PT PLN (PERSERO) PULIHKAN 552 DARI 872 GARDU LISTRIK TERDAMPAK GEMPA DI SULBAR   BNPB MENYATAKAN AKAN MENGGELAR TES CEPAT ANTIGEN DI TEMPAT PENGUNGSIAN   BMKG PASANG SEISMOMETER, ALAT UNTUK MENGUKUR PERGERAKAN TANAH, DI LOKASI PERGESERAN TANAH DI ACEH BESAR   TIONGKOK SUMBANGKAN 1 JUTA DOSIS VAKSIN KORONA BUATAN SINOVAC KE KAMBOJA   TIM SAR TEMUKAN 8 KORBAN RERUNTUHAN DI RS MANAKARRA DI KABUPATEN MAMUJU, SULBAR, 4 DI ANTARANYA MENINGGAL DUNIA    KOMANDAN LANTAMAL VI MENGATAKAN KRI TONGKOL 813 ANGKUT BANTUAN LOGISTIK UNTUK KORBAN GEMPA SULBAR   PERTAMINA PASTIKAN KEBUTUHAN BBM DAN ELPIJI AMAN PASCA-BANJIR BANDANG DI KALIMANTAN SELATAN    BMKG SEBUT GEMPA BERMAGNITUDO 5,4 BERPUSAT DI PESISIR BARAT LAMPUNG TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI    PEMPROV DKI MENCATAT ADA 3.536 KASUS BARU COVID-19 DI JAKARTA PADA SABTU, 16 JANUARI 2021    SABTU SORE, BASARNAS TERIMA 17 KANTONG JENAZAH KORBAN KECELAKAAN SRIWIJAYA AIR SJ182   KETUA IDI MENILAI MENKES BUDI GUNADI SADIKIN BELUM MAKSIMAL TEKAN PENULARAN COVID-19