Kompas TV nasional berita kompas tv

Kasus Penyiram Air Keras Novel Baswedan, Ahli: Hakim Bisa Vonis Di Luar Tuntutan

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hari ini (16/07/2020) sidang kasus penyiraman air keras, terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, memasuki babak akhir.

Pasca-dituntut satu tahun penjara, serta memberikan pembelaan diri dalam sidang, dua terdakwa penyiram air keras, akhirnya menghadapi vonis hakim.

Dalam sidang tuntutan, kasus penyerangan dengan menggunakan air keras, terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, Jaksa Penuntut Umum menyatakan tuntutan satu tahun penjara kepada kedua terdakwa.

Tuntutan satu tahun ini pun menuai polemik, karena kedua terdakwa, terbukti melakukan penganiayaan terencana, yang mengakibatkan luka berat.

Terkait tuntutan terhadap terdakwa, Novel Baswedan, yang jadi korban, mengaku sejak awal sudah ragu, dan memprediksi hal ini.

Novel, juga tak lagi percaya dengan sidang yang digelar.

Namun, dalam sidang pembelaan diri terhadap dua terdakwa, Ronny Bugis, dan Rahmat Kadir, yang saat itu merupakan anggota satuan Brimob Polri, menyatakan alasannya menyiram air keras, karena Novel yang mantan polisi, tak menjaga solidaritas sebagai sesama polisi, atau Jiwa Corsa.

Menurut ahli hukum pidana, Universitas Tarumanagara, Hery Firmansyah, bola beralih ke tangan hakim.

Hakim bisa tak melihat tuntutan, dalam menjatuhkan vonis, asal masih dalam lingkup dakwaan.

Novel Baswedan disiram air keras pada selasa 11 April 2017, usai shalat subuh di masjid dekat rumahnya.

Peristiwa itu mengakibatkan mata kiri Novel tidak berfungsi hingga cacat permanen.

Namun, polisi baru berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras dua tahun lebih atau Desember 2019. 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19