Kompas TV nasional politik

Menkopolhukam Mahfud MD: Pemerintah Sependapat dengan Rakyat Tolak RUU HIP

Rabu, 15 Juli 2020 | 19:34 WIB
menkopolhukam-mahfud-md-pemerintah-sependapat-dengan-rakyat-tolak-ruu-hip
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. Pemerintah Sependapat dengan Rakyat Tolak RUU HIP.  (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah tetap menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Idiologi Pancasila (RUU HIP) yang dibahas di DPR.

"Pemerintah sudah menyatakan posisinya, yaitu pertama sudah meminta DPR untuk tidak membicarakan itu lagi," tegas Mahfud MD saat konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Menko Polhukam Tegaskan Sikap Pemerintah Soal RUU HIP

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan, pemerintah memiliki dua alasan menolak RUU HIP. Pertama, saat ini pemerintah ingin lebih fokus pada penanganan Covid-19.

Kemudian yang kedua, materi RUU HIP hingga kini masih menjadi pertentangan dan perlu menyerap banyak aspirasi.

Oleh kaerna itu, DPR diminta untuk lebih banyak lagi mendengar pendapat masyarakat.

"Kalau mau bicara Pancasila, maka ketetapan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 itu harus menjadi dasar pertimbangan utama sesudah Undang-Undang Dasar 1945," tegas Mahfud.

Editor : fadhilah

1
2
3
4



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:46
SEORANG PASIEN POSITIF KORONA TEWAS SETELAH MELONCAT DARI LANTAI 12 DI RS ROYAL PRIMA MEDAN, SUMUT   MENTERI BUMN ERICK THOHIR ANGKAT WAHYU SUPARYONO GANTIKAN SONNY WIDJAJA SEBAGAI DIRUT ASABRI   BKN PASTIKAN PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS UJIAN DI WILAYAH MASING-MASING GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   ANGGOTA POLSEK BANDARA SUPADIO PONTIANAK DIPERIKSA MABES POLRI DAN PROPAM POLDA KALBAR TERKAIT DJOKO TJANDRA   POLRI: SIDANG ETIK BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DIGELAR SETELAH PERKARA PIDANANYA INKRAH   BPOM MINTA MASYARAKAT WASPADAI OBAT YANG DIKLAIM DAPAT SEMBUHKAN KORONA   PEMERINTAH BENTUK PROGRAM UNTUK KAMPANYEKAN PENGGUNAAN MASKER DI TENGAH PANDEMI   TERIMA 1.346 ADUAN TERKAIT BANSOS, OMBUDSMAN SARANKAN PEMERINTAH PERBAIKI DATA   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PEMERINTAH FOKUS JAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 6.912 POSITIF, 4.220 SEMBUH, 216 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 9.987 POSITIF, 6.935 SEMBUH, 329 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 10.036 POSITIF, 6.135 SEMBUH, 680 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 23.380 POSITIF, 14.760 SEMBUH, 888 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 23.829 POSITIF, 16.267 SEMBUH, 1.799 MENINGGAL DUNIA