Kompas TV regional berita daerah

Kampung Jamu Warnai Wisata Kampung Tematik Di Kota Kediri

Rabu, 15 Juli 2020 | 18:35 WIB

KEDIRI, KOMPAS.TV – Senyum ramah ibu-ibu selalu terpancar saat anda melintas di lingkungan RT 2 Kelurahan Kampung Dalem Kota Kediri. Mereka adalah warga setempat yang juga berprofesi sebagai penjual jamu keliling.

Berdagang jamu adalah mata pencaharian utama mayoritas warga kampung dalem sejak puluhan tahun lalu. Uniknya meski mayoritas warga sama-sama berdagang jamu mereka tidak pernah menjajakan dagangannya di lokasi yang sama dengan pedagang lainnya.

Masing-masing pedagang memiliki lokasi berjualan sendiri yang tersebar di seluruh wilayah Kediri. Jadi hampir bisa dipastikan bahwa setiap penjual jamu yang ada di Kediri sebagian besar adalah warga kelurahan kampung dalem Kota Kediri.

Aktivitas membuat jamu tradisional ini sendiri dulunya merupakan ilmu yang diajarkan secara turun temurun dan masih dipertahankan hingga saat ini. Menurut salah satu pedagang ”virus” memproduksi jamu tradisional ini menyebar karena pembuatannya dinilai cukup mudah dan tidak membutuhkan modal yang besar. Sehingga warga setempat lebih memilih berdagang jamu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu banyaknya warga yang memproduksi jamu di Kelurahan Kampung Dalem ini mendapatkan perhatian dari pemerintah Kota Kediri. Pemerintahpun mulai memberikan sentuhan dengan beberapa program diantaranya pelatihan mengenai pengembangan dan pengemasan produk agar memiliki nilai jual tinggi.

Menariknya cara pengolahan jamu di tempat ini masih menggunakan cara serba tradisional. Meskipun cara tradisional ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat modern, namun warga kampung dalem masih mempertahankan cara tersebut untuk menjaga kesegaran minuman yang memiliki segudang manfaat tersebut.

Untuk varian jamu yang di produksi adalah beras kencur, kunyit asam, temulawak dan masih banyak lainnya. Masing-masing varian pun memiliki khasiat tersendiri bagi tubuh.

#kediri #kampung #jamu #tradisional #sehat #beritakediri

Editor : KompasTV Kediri



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:25
DISKON 50% BELANJA BUKU, KAOS, DAN KOMPAS DIGITAL DI GERAI KOMPAS. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/HEMATSATU   RUSIA KIRIM 5 PESAWAT BERISI BANTUAN KEMANUSIAAN KE LEBANON PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   JELANG HUT KE-75 RI, PEMPROV BENGKULU AKAN MEMBERIKAN SANKSI BAGI WARGANYA YANG TAK PASANG BENDERA MERAH PUTIH   PEMKOT AMBON, MALUKU, WAJIBKAN ASN TES "SWAB" SETIAP BULAN GUNA CEGAH KLASTER PERKANTORAN   BUPATI POLEWALI MANDAR, SULBAR, ANDI IBRAHIM MASDAR, BERKANTOR DI TEMPAT TERBUKA KARENA KHAWATIR TERTULAR KORONA   PEKAN DEPAN, SD DAN SMP DI KOTA MALANG AKAN DIBUKA UNTUK SIMULASI MESKI MASIH BERSTATUS ZONA MERAH   SEKRETARIS BAPPEDA KALSEL, HADI PURWANTO, MENINGGAL DUNIA KARENA TERINFEKSI KORONA   KOALISI BURUH MIGRAN BERDAULAT SEBUT BP3TKI MAKASSAR TAK SIAP TAMPUNG RIBUAN TKI YANG DIDEPORTASI DARI MALAYSIA   POLRES DEPOK AKAN BERLAKUKAN SISTEM ELEKTRONIK PADA SEPTEMBER 2020   AKAN MAJU PILKADA, MUHAMAD RESMI MUNDUR DARI JABATAN SEKDA TANGSEL   MENHUB BUDI KARYA SUMADI SEBUT KEMACETAN DI PERKOTAAN SANGAT BERDAMPAK PADA PEREKONOMIAN INDONESIA   PENUTUPAN OPERASI PATUH JAYA, 1.169 PENGENDARA DI KOTA TANGERANG KENA TILANG   POLISI SEBUT PENGENDARA SEPEDA MOTOR JADI PELANGGAR TERBANYAK DALAM OPERASI PATUH JAYA DI JAKARTA TIMUR   SEBANYAK 93 PENGENDARA KENA TEGUR DALAM SOSIALISASI GANJIL-GENAP DI JALAN GUNUNG SAHARI, JAKARTA UTARA