Kompas TV regional kriminal

Update Kasus Pembunuhan Editor Metro TV, Polda Periksa 23 Saksi

Senin, 13 Juli 2020 | 14:28 WIB
update-kasus-pembunuhan-editor-metro-tv-polda-periksa-23-saksi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat diwawancarai di Polda Metro Jaya (23/6/2020) (Sumber: KOMPASTV/ ERY/ CONNIE)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya telah mengaku telah melakukan pemeriksaan terhadap 23 saksi kasus pembunuhan Editor Metro TV, Yodi Prabowo.

Sebanyak 23 orang saksi tersebut, terdiri dari orang terdekat dan yang terakhir bertemu dengan korban, termasuk beberapa karyawan televisi swasta tempat Yodi bekerja.

"Juga orang yang dianggap perlu oleh penyidik untuk dimintai keterangannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Selain melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, polisi juga sudah mengumpulkan data-data dari CCTV di sekitar lokasi kejadian, pinggir Tol Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Tewasnya Karyawan Metro TV: Barang Bukti Pisau untuk Cari Jejak Pelaku

Sementara untuk hasil otopsi, kata Yusri, kematian korban disebabkan dua luka tusuk dari senjata tajam. Yakni luka tusuk di bagian leher dan bagian dada.

Selain luka tusuk, polisi juga mengindentifikasi luka lebam akibat pukulan benda tumpul di antara lengan dan leher.

Penulis : Hariyanto Kurniawan


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:55
PM BORIS JOHNSON: VARIAN BARU COVID-19 DARI INGGRIS BERPOTENSI LEBIH MEMATIKAN   PEMKAB SLEMAN PULANGKAN PENGUNGSI AKIBAT AKTIVITAS GUNUNG MERAPI PADA 26 JANUARI 2021   POLDA ACEH SEBUT 5 TERDUGA TERORIS MASIH JALANI PEMERIKSAAN SEBELUM DIBAWA KE MABES POLRI   DENSUS 88 SITA BUKU KAJIAN ISIS DAN DOKUMEN BERISI ANCAMAN TARGET TEROR DARI PENANGKAPAN 5 TERDUGA TERORIS DI ACEH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT ASN YANG TERBUKTI MENJADI TERORIS AKAN DIPECAT   POLDA METRO JAYA TARGETKAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK TERPASANG PADA 2021   KPAI MENILAI KEGIATAN BELAJAR JARAK JAUH MENCIPTAKAN KESENJANGAN ANTARMURID UNTUK DAPAT MENGAKSES PENDIDIKAN   MENKO KEMARITIMAN DAN INVESTASI LUHUT PANDJAITAN JADI KANDIDAT TUNGGAL KETUM PB PASI 2021-2025   BMKG MINTA MASYARAKAT WASPADAI POTENSI CUACA EKSTREM HINGGA FEBRUARI 2021   DRAF UU PEMILU MENGATUR LARANGAN BAGI MANTAN ANGGOTA HTI MENJADI CALON PESERTA DI PILKADA, PILEG, DAN PILPRES    DRAF UU PEMILU MENGATUR PILKADA 2022 BISA DITUNDA JIKA TERJADI BENCANA ALAM DAN NONALAM   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT WHO KEMBALI MENEGASKAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MASKER CEGAH PENULARAN COVID-19   WAKETUM PAN YANDRI SUSANTO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 DAN JALANI ISOLASI MANDIRI   KETUA RISET UJI KLINIS VAKSIN MENGATAKAN 7 DARI 1.820 PESERTA UJI KLINIS POSITIF COVID-19