Kompas TV regional berita daerah

Diduga Hina Profesi Dokter, 5 Pemilik Akun Facebook Dipolisikan oleh IDI Kabupaten Sumenep

Minggu, 12 Juli 2020 | 22:14 WIB

SUMENEP, KOMPAS.TV - Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Cabang Kabupaten Sumenep Jawa Timur melaporkan 5 pemilik akun Facebook ke polisi pada Kamis (09/07).

5 pemilik akun Facebook dilaporkan, karena mengomentari berita kaburnya seorang pasien positif Covid-19 dari RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep dengan nada melecehkan.

Bahkan salah satu pemilik akun menghina profesi Dokter dengan menggunakan kata-kata  kasar dan tidak sopan, seperti menyebut kata organ vital.

Baca Juga: Sebut COVID-19 Jadi Ajang Bisnis Dokter, Pemilik Akun Facebook di Jember Dipolisikan

Ketua IDI Sumenep, dr. Abdul Azis mengaku bahwa status dan komenter di Facebook sudah sangat sering menghina dan melecehkan profesi Dokter. Kami awalnya menanggapinya dengan sabar, kami berpikir mungkin masyarakat masih awam dalam memahami virus corona.

Namun komentar di akun Facebook belakangan ini, atau dalam seminggu ini, sudah terlalu kasar dan membuat kesabaran kami habis, khususnya Dokter yang dari kalangan perempuan.

Kami, pengurus IDI, akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pemilik akun ke Polisi. Harapannya agar masyarakat tidak terus menerus memojokkan dan menghina profesi Dokter.

Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rb mengatakan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti laporan tersebut.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Jatim dan ahli bahasa, karena ada dugaan tindak pidana di bidang Informasi dan Transaksi Elektronik.

 

#Dokter #Facebook #Covid19

Penulis : KompasTV Jember


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:57
WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 2.932 ORANG: 2.064 SEMBUH, 171 MENINGGAL DUNIA, 697 DALAM PERAWATAN    HINGGA SAAT INI, JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 24.631.890 POSITIF, 410.349 MENINGGAL DUNIA   KEMENKEU AJAK KEMENTERIAN DAN LEMBAGA ASURANSIKAN BARANG MILIK NEGARA   POLRI IMBAU MASYARAKAT HATI-HATI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI   POLRESTA BANDARA SOEKARNO-HATTA PERIKSA 4 PEMBELI SURAT PALSU HASIL TES COVID-19   POLDA METRO JAYA MINTA PT TRANSJAKARTA DAN PENGELOLA JALAN TOL PASANG KAMERA TILANG ELEKTRONIK (ETLE)   LPSK SERAHKAN KOMPENSASI RP 2,015 MILIAR KE 10 KORBAN TINDAK PIDANA TERORISME MASA LALU DI MAKASSAR   KETERSEDIAAN TEMPAT TIDUR ISOLASI PASIEN COVID-19 DI RSUD ANWAR MAKKATUTU BANTAENG TERSISA 22 TEMPAT TIDUR   DIRJEN PELAYANAN KESEHATAN KEMENKES: RS PRIORITASKAN PASIEN COVID-19 YANG MEMILIKI GEJALA SEDANG DAN BERAT   KEMENKES: PASIEN COVID-19 BERGEJALA RINGAN JANGAN BERLOMBA-LOMBA MASUK RS   DUKUNG VAKSINASI PEMERINTAH, MUI: MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI   MENKES BUDI GUNADI MENILAI APABILA MASYARAKAT INDONESIA DISIPLIN, PANDEMI BISA SELESAI   MENDIKBUD: ASESMEN NASIONAL 2021 TAK TENTUKAN KELULUSAN, TAK PERLU SAMPAI BIMBEL   MENDIKBUD MINTA ORANGTUA MURID TAK KHAWATIR SOAL PELAKSANAAN ASESMEN NASIONAL 2021