Kompas TV nasional berita kompas tv

PKS Mengakui Kadernya Jadi Penjamin Pengambilan Paksa Jenazah Corona di Makassar

Jumat, 10 Juli 2020 | 19:57 WIB

KOMPAS.TV - PKS mengakui adanya kader mereka, yang menjamin pengambilan paksa jenazah pasien Corona, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun PKS menyayangkan sikap kadernya, yang mengabaikan protokol kesehatan dan rawan terhadap sebaran virus Corona.

Akhir Juni lalu, keluarga seorang pasien dalam pengawasan karena Corona, mengambil paksa jenazah anggotanya yang meninggal, dari rumah Sakit Daya, Makassar.

Setelah ditelusuri polisi, pengambilan paksa dilakukan setelah keluarga mendapat jaminan dari seorang anggota Fraksi PKS DPRD Kota Makassar , Hadi Ibrahim Baso.

Sikap kadernya itu diakui dewan pimpinan pusat PKS.

Mereka menyayangkan karena pengambilan paksa jenazah pasien Corona, bertentangan dengan protokol kesehatan.

Pengambilan paksa jenazah pasien Corona di Makassar , terjadi sejumlah rumah sakit.

Polisi menetapkan 32 tersangka, 14 diantaranya masih buron .

Sebelumnya anggota DPRD Makassar dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Andi Hadi Ibrahim Baso menjalani pemeriksaan di Badan Kehormatan Dewan DPRD Makassar, terkait penjaminan pengambilan jenazah pasien Corona.

Selain Andi, BKD juga memeriksa sejumlah saksi dari keluarga jenazah.

Andi Hadi Ibrahim Baso diperiksa oleh lima anggota BKD.

Dia juga dimintai sejumlah keterangan, di antaranya alasan memberikan jaminan untuk pengambilan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Daya Makassar pada akhir Juni lalu.

Saat ini, BKD DPRD Makassar tengah melakukan audit untuk menentukan, ada tidaknya pelanggaran etika yang dilakukan anggota DPRD dari PKS tersebut.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:17
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA