Kompas TV klik360 cerita indonesia

Jual Tanah, Ibu Kandung Digugat 3 Anak Karena Ga Dibagi

Jumat, 10 Juli 2020 | 13:10 WIB

MEDAN, KOMPASTV – Mariamsyah Siahaan, wanita 74 tahun ini digugat oleh tiga orang anaknya ke Pengadilan Negeri Tarutung, terkait dengan pembagian harta warisan.

Ketiga orang anaknya meminta harta warisan yang baru saja dijual oleh sang ibu.

Warisan yang dimaksud adalah, penjualan tanah milik orang tuanya sebesar satu miliar rupiah.

 

Kasus ini bermula saat Mariamsyah menjual sebidang tanah seluas 87 meter peninggalan almarhum suaminya. Setelah menjual tanah tersebut, tiga dari lima orang anaknya mendatangi dirinya.

Mereka berinsial BBP, MHP, dan WDP. Ketiganya menggugat Mariamsyah ke Pengadilan Negeri Tarutung.

Sementara itu, Mariamsyah mengaku, sudah mendapatkan hak jual dari sang suami. Ia merasa berhak untuk menjual tanah tersebut.

“Kan sudah dikasih semua hartanya, harta saya. Jadi saya kira sudah bisa lah semua saya jual. Memang saya jual rumah itu, karena udah dikasih kepada saya hak jual. Jadi udah dijual, keberatan lah dia”, ujar Mariamsyah (9/7/2020).

Baca Juga: Polisi Gelar Olah TKP Kasus Tindak Asusila Oleh Oknum P2TP2A

Sang anak mengaku keberatan atas keputusan Mariamsyah untuk menjual sebidang tanah tersebut. Sementara itu, hasil dari penjualan tanah tersebut juga belum dibagikan kepada anak-anaknya.

Dalam gugatanya, ketiga anaknya meminta agar uang hasil penjualan dibagikan.

Selain itu, mereka juga menuntut Mariamsyah membayar uang ganti rugi sebesar 500 juta rupiah.

Gugatan ini sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Tarutung, dan akan menjalankan sidang pada 15 Juli mendatang. 

Editor : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:55
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA