Kompas TV regional berita daerah

Tega, Ibu di Yogya Jual Bayi Pada Makelar

Jumat, 10 Juli 2020 | 11:56 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Aparat Polresta Yogyakarta berhasil membongkar sindikat perdagangan anak. Ironisnya dari 3 tersangka yang ditangkap dalam kasus ini, salah satu diantaranya adalah ibu kandung yang tega menjual bayinya sendiri.

Polisi juga menangkap dua orang wanita yang berperan sebagai makelar anak dan tenaga kesehatan yang bertugas merawat bayi. Kepada petugas, para tersangka mengaku menjalin perkenalan melalui media sosial.

Dari perkenalan itu si ibu sepakat menjual bayinya seharga 6 juta rupiah kepada makelar anak. Rencananya bayi itu akan dijual kembali oleh makelar anak, seharga 20 juta rupiah kepada orang yang berniat mengadopsi.

Terbongkarnya sindikat perdagangan anak ini berawal dari cekcok diantara para tersangka, yang berselisih paham masalah harga bayi. Warga yang curiga kemudian melaporkan para tersangka kepada aparat polisi setempat.
 
Oleh aparat polisi ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 79 Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah, serta Pasal 10 Undang-Undang Nomer 21 tahun 2007, tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak 600 juta rupiah. 

Sementara itu, bayi yang hendak dijual kini telah dititipkan pada Dinas Sosial Provinsi Daerah Istimewa yogyakarta, guna mendapatkan perawatan yang layak. 

#PerdaganganAnak #Makelar #Yogyakarta
 

 

 



 

Editor : KompasTV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:12
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA