Kompas TV bisnis kompas bisnis

Redenominasi Rupiah Masuk Rencana Strategis Kementerian Keuangan

Rabu, 8 Juli 2020 | 23:58 WIB

KOMPAS.TV - Rencana redenominasi Rupiah kembali mencuat. Salah satu tujuannya untuk mengatasi inefesien transaksi.

Namun, ekonom mengingatkan bahwa rencana redenominasi ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Baca Juga: IDI Jawa Timur: 94 Dokter Kena Corona, 14 Meninggal

Redenominasi atau penyederhanaan nominal mata uang dengan mengurangi jumlah nol tanpa mengurangi nilainya, kini kembali masuk dalam rencana strategis Kementerian Keuangan 2020 sampai 2024.

Berkaca pada pengalaman negara lain, redenominasi memerlukan perhitungan matang agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Menurut ekonom, Indonesia harus berhati-hati dalam mengimplementasikan redenominasi, karena bisa jadi redenominasi justru menimbulkan kenaikan harga barang.

Baca Juga: Yusril Sebut Pilpres 2019 Tidak Perlu Diulang Lagi

Jangan lewatkan streaming Kompas TV live 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

Penulis : Christandi Dimas



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:06
PEMPROV DAN DPRD JABAR MENYETUJUI 3 CALON DAERAH PERSIAPAN OTONOM BARU UNTUK DIAJUKAN KE PEMERINTAH PUSAT   BAWASLU AKAN AWASI PROSES PEMILIHAN PILKADA 2020 UNTUK PASIEN KORONA   BAWASLU: ADA 2.126 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM 2 BULAN TERAKHIR MASA KAMPANYE PILKADA 2020   BAWASLU: DALAM 60 HARI, ADA 91.640 KEGIATAN KAMPANYE TATAP MUKA   POLRI KIRIM 3.100 PERSONEL BRIMOB NUSANTARA KE 8 WILAYAH UNTUK AMANKAN PILKADA 2020   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA TNI DAN POLRI KERJA SAMA DALAM PENGAMANAN PILKADA 2020   KEMENTERIAN ESDM MENYATAKAN TARIF LISTRIK UNTUK JANUARI-MARET 2021 TIDAK NAIK   KEMENAG: TAMBAHAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH RP 889 M UNTUK MADRASAH CAIR SEBELUM 20 DESEMBER 2020   PENGAMBILAN RAPOR MURID MAN 22 PALMERAH, JAKARTA, TERTUNDA LANTARAN 30 KARYAWAN DAN GURU POSITIF KORONA   PRESIDEN JOKOWI: INDONESIA MERUPAKAN PRODUSEN KOPI TERBESAR KEEMPAT DI DUNIA SETELAH BRASIL, VIETNAM, DAN KOLOMBIA   PRESIDEN JOKOWI MELEPAS EKSPOR PRODUK RI KE PASAR GLOBAL SENILAI RP 23,7 TRILIUN   PRESIDEN JOKOWI: MASIH BANYAK POTENSI PASAR EKSPOR YANG BELUM TERGARAP   PRESIDEN JOKOWI AKUI EKSPOR INDONESIA MASIH TERTINGGAL DARI VIETNAM   PRESIDEN JOKOWI: INDONESIA TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN DALAM MENANGKAP PELUANG EKSPOR BAHAN & PRODUKSI DALAM NEGERI