Kompas TV regional berita daerah

Kapolda Sulsel: Makassar Zona Merah, Hindari Kegiatan Berkerumun

Rabu, 8 Juli 2020 | 16:30 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.TV - Sulawesi selatan, khususnya kota makassar masih tercatat dalam kategori zona merah penyebaran virus korona. Mengantisipasi penyebaran covid 19, kepolisian daerah sulawesi selatan, menghimbau masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa.


Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Drs. Mas Guntur Laupe mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Selatan , terkhusus warga Kota Makassar untuk mematuhi imbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah untuk terus menerapkan protokol kesehatan guna menekan penyebaran virus Korona (COVID-19).

Imbauan Kapolda Sulsel ini diampaikan mengingat saat ini pandemi belum berakhir, dari data yang ada masih terus meningkat, Rumah Sakit rujukan Covid 19 di Makassar dan beberapa hotel isolasi saat ini sudah penuh. Hal ini karena masih banyaknya masyarakat yang melupakan protokol Covid 19 dengan membuat kegiatan–kegiatan berkerumunan.

“ Perlu dketahui Sulsel dan Makasssar sekitarnya masih dalam kategori Zona merah penyebaran cvid 19 , untuk itu saya himbau kepada bapak ibu, segenap elemen masyarakat Sulsel khususnya Kota Makassar untuk tidak lakukan kegiatan berkerumun melakukan penyampaan aspirasi di jalan atau mengumpulkan massa sehingga tidak menimbulkan cluster baru penyebaran covid 19,” ungkap Kapolda Sulsel

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, imbauan Kapolda Sulsel disampaikan menyikapi kondisi daerah Sulsel dan Makassar masih dalam kategori Zona Merah penyebaran virus COVID-19 dan sudah mencapai angka yang mengkhawatirkan dan masih banyaknya kegiatan kerumunan massa yang berpotensi menyebarkan virus covid-19.


#ZONAMERAH
#COVID19
#KAPOLDASULSEL
 

Penulis : KompasTV Makassar


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:30
TNI AU BERANGKATKAN 7 PESAWAT BANTU KORBAN GEMPA DI MAJENE, SULBAR, DAN BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MINTA DISTRIBUSI LOGISTIK KORBAN GEMPA DIKAWAL KETAT   KADIV HUMAS POLRI MENGATAKAN KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA DUKUNGAN DAN WEJANGAN KEPADA SEJUMLAH MANTAN KAPOLRI   KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SAMBANGI SEJUMLAH MANTAN KAPOLRI   BNPB SEBUT JALUR DARAT YANG MENGHUBUNGKAN KABUPATEN MAJENE DAN KABUPATEN MAMUJU, SULBAR, SUDAH KEMBALI PULIH    TIM DVI RS POLRI SERAHKAN DELAPAN JENAZAH KORBAN JATUHNYA PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ182 KEPADA KELUARGA   BASARNAS: KORBAN JIWA GEMPA SULBAR JADI 49 ORANG PADA SABTU, 16 JANUARI 2021   KEPALA KANTOR SAR BANDUNG MENGATAKAN 12 KORBAN LONGSOR DI CIHANJUANG, SUMEDANG, MASIH DALAM PROSES PENCARIAN   KEPALA KANTOR SAR BANDUNG SEBUT KORBAN MENINGGAL AKIBAT LONGSOR DI SUMEDANG BERTAMBAH MENJADI 28 ORANG   BNPB MINTA WARGA WASPADAI LAHAR HUJAN PASCA-LETUSAN GUNUNG SEMERU    TIM DVI POLRI KUMPULKAN 351 SAMPEL DNA KELUARGA DAN KORBAN SRIWIJAYA AIR SJ182 HINGGA SABTU, 16 JANUARI    HINGGA SABTU, 16 JANUARI 2021, BASARNAS SERAHKAN 298 KANTONG BERISI BAGIAN TUBUH KORBAN SRIWIJAYA AIR KE DVI POLRI    KAPOLSEK PACET: PENYEBAB ROBOHNYA BANGUNAN PONDOK PESANTREN AL MADAROH MASIH DIDALAMI   KAPOLSEK PACET SEBUT 8 SANTRI MASIH TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN PONDOK PESANTREN AL MADAROH